MM.C0M, Ambon — Ratusan siswa SMP Negeri 7 Ambon tampak antusias mengikuti kegiatan “Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026” melalui program ‘CIMB Niaga Goes to School’ dan Literasi Keuangan yang dihelat di sekolah setempat, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) untuk mendorong budaya menabung sejak dini melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).
Acara tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Ambon Bidang Politik, Hukum dan aparatur, Kepala OJK Provinsi Maluku/yang mewakili, serta Branch Manager CIMB Niaga Cabang Ambon, Hadir pula unsur Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kepala Sekolah SMPN 7 dewan guru, perwakilan orang tua, para pelajar serta beberapa insan pers.
Kolaborasi Nyata untuk Generasi Melek Finansial.
Dalam sambutannya, Branch Manager CIMB Niaga Cabang Ambon, “Sam Gaspersz”, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya atas terselenggaranya acara ini. Ia menceritakan bagaimana inisiatif kegiatan ini berawal dari rangkaian silaturahmi yang membawa banyak keberuntungan bagi dunia pendidikan di Ambon.
“Satu kebaikan mendatangkan beberapa keberuntungan. Puji Tuhan, hari ini kami bisa berbagi dengan adik-adik siswa di SMP Negeri 7 Ambon, sekolah yang dicanangkan sebagai sekolah toleransi. Ini yang harus kita gaulkan, di mana kehidupan bersama di Ambon dan Maluku terbangun dengan baik lewat pendidikan,” ujar Sam.
Ia menjelaskan, dalam program ini pihak CIMB Niaga memfasilitasi pembukaan rekening Simpanan Pelajar (Simpel) bagi 735 siswa SMPN 7 Ambon dengan setoran awal yang disupport penuh oleh pihak bank, serta menyerahkan bantuan 10 unit kipas angin senilai Rp5 juta untuk menunjang fasilitas sekolah.
“Rekening Simpel ini tidak ada biaya administrasi, sehingga menabung atau tidak, uangnya tetap ada dan tidak akan habis. Jadi uang jajannya disimpan saja, sebagian ditabung,” tambahnya.
Kepala Sekolah SMPN 7 Ambon, “Anthon Anakotta, S.Pd.”, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang diberikan oleh CIMB Niaga dan OJK kepada peserta didiknya.
“Atas nama keluarga besar SMP Negeri 7 Ambon, kami ingin mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan tabungan ini bukan hanya tentang jumlah uang, tetapi tentang besarnya investasi terhadap masa depan anak-anak muda kami,” ungkap Anthon.
Ia berpesan kepada para siswanya agar menjadikan buku tabungan tersebut sebagai awal dari kebiasaan baik dalam mengelola keuangan secara bijaksana, mandiri, dan bertanggung jawab.
Dorong Peningkatan Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Maluku.
Sementara itu, mewakili Kepala OJK Provinsi Maluku, “Rovel Ayal”, memaparkan pentingnya penguatan literasi keuangan di tengah pesatnya akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan digital.
“Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, indeks literasi di Provinsi Maluku tercatat sebesar 63,87%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 87,57%. Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan akses perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat,” tegas Rovel.
OJK berharap melalui edukasi interaktif dan program Kejar, para pelajar tidak hanya tahu cara menggunakan layanan perbankan secara aman, tetapi juga terhindar dari berbagai risiko keuangan, termasuk kejahatan di ruang digital.
Komitmen Pemkot Ambon Cetak Sumber Daya Manusia Unggul.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Ambon Bidang Politik, Hukum, dan Aparatur, “Fenli Masawoy, S.STP., M.Si.”, yang hadir mewakili Wali Kota Ambon. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi sinergi lintas sektor antara Pemkot Ambon, OJK, dan dunia perbankan.
“Pemerintah Kota Ambon melihat bahwa edukasi keuangan merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Masyarakat yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan lebih mampu mengambil keputusan ekonomi secara tepat dan menghindari risiko keuangan,” tutur Fenli.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkot Ambon dalam mendukung program Satu Rekening Satu Pelajar guna memastikan masa depan generasi muda tetap terjaga melalui budaya menabung dan literasi keuangan sejak dini.
Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan meriah melalui penampilan memukau dari pelajar ukulele serta kampanye “Ayo Menabung”. Antusiasme peserta pun kian terasa dalam sesi pre-test sebelum memasuki acara inti, yaitu CIMB Niaga Mengajar dan Sesi Literasi Keuangan. Seluruh rangkaian kegiatan edukatif ini akhirnya ditutup secara resmi usai pemutaran video edukasi yang inspiratif.(LD)













Komentar