MM.COM, AMBON — Pemerintah Kota Ambon menghadapi situasi darurat lingkungan menyusutnya ketersediaan air bersih serta gelombang kebakaran lahan dan hutan yang masif akibat dampak kemarau panjang fenomena El Nino.
Wali Kota Ambon, “Bodewin Wattimena”, mengungkapkan rasa cemasnya lantaran frekuensi musibah kebakaran di ibu kota Provinsi Maluku ini mengalami lonjakan luar biasa dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data resmi, tercatat sudah ada 34 kejadian kebakaran yang melanda berbagai titik di Kota Ambon hanya dalam kurun waktu 10 hari pertama bulan Oktober 2026.
“Kemarin terjadi beberapa titik, semalam terjadi lagi, dan saya tidak tahu pagi ini bagaimana. Inilah yang sementara kita alami,” ujar Bodewin di hadapan awak media usai memimpin Apel Pagi Pemerintah Kota Ambon di Lapangan Apel Balai Kota Ambon, Senin (12/10/2026).
Ia merinci bahwa sebagian besar pemicu kebakaran bersumber dari aktivitas manusia yang kurang berhati-hati, mulai dari pembakaran sampah sembarangan seperti yang terjadi di kawasan Taeno, hingga aksi anak-anak yang membakar sisa panen kasbi (singkong) sehingga api merembet ke mana-mana.
Imbauan Stop Bakar Sampah dan Bijak Gunakan Air.
Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota secara tegas mengimbau seluruh masyarakat Ambon agar menahan diri dan menghentikan sementara segala aktivitas pembakaran terbuka. Warga diminta lebih peduli menjaga lingkungan sekitar demi keselamatan bersama.
“Jangan bakar sampah sembarangan, kalau mau buka kebun tahan-tahan diri dulu sampai situasi semakin baik. Selain itu, dampak kekeringan ini membuat debit air semakin menurun, jadi saya imbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak,” tegasnya.
Tidak hanya ancaman api, tebalnya kabut asap akibat kebakaran juga mulai memengaruhi kualitas udara. Pemkot Ambon mengimbau masyarakat, terutama anak-anak dan orang tua, untuk mulai mengenakan masker demi menjaga kesehatan pernapasan. Dinas Kesehatan setempat juga diinstruksikan untuk terus memantau dinamika kesehatan warga melalui puskesmas-puskesmas terdekat sebagai acuan pengambilan kebijakan status darurat jika diperlukan.
Pimpin Doa Bersama Panggil Hujan.
Ada pemandangan yang tidak biasa dalam pelaksanaan apel pagi kali ini. Di tengah situasi krisis akibat kekeringan berkepanjangan, Wali Kota Bodewin mengambil alih kepemimpinan doa bersama bagi seluruh jajaran aparatur pemerintah kota.
Biasanya, doa apel pagi dipimpin secara normatif sesuai keyakinan masing-masing. Namun hari ini, Wali Kota secara khusus memimpin doa bersama untuk memohon belas kasihan Tuhan Yang Maha Kuasa agar segera menurunkan hujan di Kota Ambon.
“Sebagai pemimpin di kota ini, saya setiap hari berdoa dan berusaha meminta kepada Tuhan agar bisa dikasih hujan. Hari ini saya yang pimpin doa untuk semua jajaran pemerintah. Kita sudah melakukan banyak ikhtiar di lapangan, kini saatnya kita terus berdoa dan memohon kebaikan serta belas kasihan Tuhan Allah SWT supaya hujan bisa turun di Kota Ambon,” pungkasnya penuh harap.(LD)








Komentar