MM.COM, Ambon.
Sabah Masters Athletics Championships ( SAMOC) 2026 yang berlangsung di stadion likas, kota Kinabalu, sabah malaysia dari 12-14 juni 2026 kontingen atlet master Indonesia berhasil meraih prestasi gemilang.
Kejuaraan asia yang mempertemukan para atlet veteran dari berbagai negara tersebut terdapat kontingen Indonesia yang terdiri atas atlet dari Persatuan Atletik Master Indonesia ( PAMI-Indonesia) Provinsi jawa Tengah serta perwakilan dari Provinsi Maluku Berhasil menorehkan Prestasi membanggakan dengan keberhasil para atlet master tersebut.
Di antaranya, Prestasi Indonesia mulai tercatat atas nama Srihati Warjati ( 83 Tahun) berhasil persembahkan dua medali Emas pada nomor lompat jauh dan lombat jangkik serta satu medali perak pada nomor lempar lembing.
Selain itu raihan medali juga datang dari atlet master Erni Ulatningsih ( 45 Tahun) mempersembahkan dua medali perak pada nomor lari 800 meter dan 3.000 meter dan medali perak pada nomor lari 1.500 meter.
Sementara itu, Slamet Sudarsono ( 61 Tahun) meraih medali perak pada nomor lempar lembing dan berhasil meraih medali emas pada nomor lempar cakram.
Ada juga, Siti Fatimah ( 63 Tahun) berhasil meraih medali perunggu pada nomor lari 800 meter.
Lagu Indonesia raya juga berkumandang melalui keberhasilan Matheos Berhitu Atlet asal Provinsi Maluku yang di undang secara khusus oleh sabah Masters Athletic association ( SAMAS),berkat rekam prestasinya pada berbagai kejuaraan sebelumnya.
Matheos tampil dengan sangat Impresif sehingga meraih medali emas pada nomor jalan cepat 5.000 meter dan mencatat keunggulan yang menyakinkan atas para pesaingnya.
Konsultan Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinabalu Menyampaikan apresiasi atas capaian serta daya juang luar biasa yang di tunjukan oleh para atlet master Indonesia.
Kehadiran kontingen Indonesia pada SAMOC 2026 tidak hanya mencerminkan semangat Sportivitas dan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi bagian dari interaksi antar masyarakat yang turut mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan malaysia ujar konsul jenderal RI di kota Kinabalu Malaysia Noorman Efendi.








Komentar