MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 10 Desember 2025 — Perayaan Natal Perdana Ambon Reality Music (ARM) yang digelar di GJ. Kafe-Poka menghadirkan suasana penuh kehangatan, damai, dan toleransi lintas iman. Dengan mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua” yang diambil dari Yesaya 9:1–6 dan Lukas 2:1–7, ibadah dan perayaan ini menjadi momentum bersejarah bagi komunitas musik Ambon yang telah berdiri sejak 24 Januari 2022.
Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Ambon Music Office (AMO) “Ronny Loppies”, mantan Ketua ARM “Stane Latumahina”, serta pendiri ARM “Said Salambona”, bersama para musisi dan tamu undangan dari berbagai latar belakang.
Ketua Panitia Seorang Muslim, Simbol Toleransi Kota Ambon
Sambutan Natal dibawakan oleh “Hatuin C. Sahupalla”, Ketua Panitia yang justru merupakan seorang muslim sejati, suatu kejutan yang menuai kekaguman dan haru dari seluruh hadirin. Dalam sambutannya, ia menegaskan makna Natal sebagai momen persaudaraan universal:
“Selamat malam Saudara-saudara ARM yang terkasih. Selamat Natal! Hari penuh kegembiraan telah tiba untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus, Sumber Kasih dan Harapan bagi seluruh umat kristiani, Natal bukan hanya tentang hiasan berkilau, tetapi tentang menyalakan cahaya kebaikan di hati kita masing-masing.” awal sambutannya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar ARM untuk membagikan kehangatan, cinta, dan dukungan kepada sesama, sambil mengingat bahwa Natal membawa pesan tentang keadilan, kerendahan hati, dan kebaikan.
Di akhir sambutannya ia menutup dengan penuh ketulusan:
“Kiranya Tuhan memberkati kita. Selamat Natal bagi kita semua.”
Momen yang paling mengharukan serta menggetarkan adalah ketika para saudara muslim bahkan ikut bernyanyi dan memuliakan dalam sesi pujian penyembahan. Harmoni lintas iman itu menjadi gambaran nyata betapa kuatnya tali silaturahmi komunitas musik ARM di kota Ambon.
Pendiri ARM: “Natal Ini Tambah Semangat untuk Saling Merangkul”
Pendiri “Amboina Reality Music” (ARM), “Said Salambona”, menuturkan bahwa perayaan ini merupakan sejarah baru karena merupakan Natal pertama ARM sejak berdiri hampir empat tahun lalu.
“Kita bersyukur karena kebersamaan yang terjalin selama empat tahun ini semakin kuat dengan Natal Perdana ARM. Ini menambah semangat untuk saling mengasihi, saling merangkul, dan berjalan bersama dalam damai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa visi misi ARM ialah memberdayakan para pelaku musik Ambon untuk terus berkarya, termasuk melalui pembuatan lagu dan publikasi di berbagai platform. Ke depan, ia berharap ada regenerasi yang dapat melanjutkan estafet dan membawa ARM lebih maju dalam semangat silaturahim.
Direktur AMO: Musik Adalah Jembatan Toleransi
Direktur AMO, “Ronny Loppies”, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Natal ARM yang penuh makna dan toleransi.
“Tema Natal Kristus menghadirkan damai sejahtera bagi semua sangat tepat. Saya melihat semangat toleransi yang kuat. Kolaborasi teman-teman muslim dan kristiani menyanyikan lagu Natal adalah hal luar biasa dan patut diapresiasi, ungkapnya.
Ia menekankan bahwa musik selalu menjadi kekuatan yang mampu mengatasi konflik, memulihkan masa krisis, dan membangun jembatan persaudaraan.
Ronny juga mengingatkan pentingnya komunitas untuk terus bergerak dan berinovasi:
“Musik harus terus menghasilkan karya. Jangan hanya menunggu bantuan pemerintah. Komunitas seperti ARM adalah fondasi dari Ambon City of Music.”ungkapnya.
Harmoni yang Menguatkan Identitas Ambon
Perayaan Natal Perdana ARM bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan wujud nyata dari “toleransi dan persaudaraan lintas iman” yang menjadi identitas kota Ambon sebagai “Kota Musik Dunia”. Kehadiran umat muslim dalam pujian Natal, sambutan tulus dari ketua panitia muslim, hingga kolaborasi musikal lintas agama, semuanya menghadirkan pesan yang menggugah:
“Musik menyatukan, dan Natal memperkuat kasih”.

Perayaan natal ini menjadi bukti bahwa di tengah keberagaman Ambon, harmoni tetap dapat dijaga dan dirayakan secara bersama.(LD)








Komentar