oleh

Dikukuhkan Laksdya Edwin, PODSI Maluku Siap Tatap Asian Games 2026 dan Target Besar POPMAL 2027.

MM.COM, AMBON – Sempat tertunda selama hampir tiga tahun demi memprioritaskan agenda kompetisi nasional, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Maluku masa bakti 2023–2027 akhirnya resmi dilantik dan dikukuhkan.

Prosesi yang berlangsung khidmat ini digelar di Baileo Lenong 9, Kota Ambon, pada Kamis (4/6/2026).

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum 1 PB PODSI, Laksamana Madya (Laksdya) TNI Edwin, S.H., M.H., M.Han., yang hadir mewakili Ketua Umum PB PODSI, Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D.

Mengusung tema “Membangun Olahraga Dayung Maluku yang Berprestasi, Berdaya Saing, dan Bermartabat”, momentum ini menandai babak baru kebangkitan olahraga dayung di Bumi Raja-Raja untuk menembus panggung dunia.

Alasan Penundaan Pelantikan Sejak 2023.
Ketua Panitia Pelaksana, “Josyes D. S. Walalayo”, dalam laporan singkatnya mengungkapkan alasan logistik di balik mundurnya jadwal pelantikan ini dari waktu terpilihnya Ir. Muhammad Ulwan Talaohu sebagai Ketua Pengprov.

“Kami sebenarnya merencanakan agenda ini sejak lama. Namun, pada tahun 2023 bertepatan dengan pelaksanaan Babak Kualifikasi (Pra-PON) di Karawang dan Jakarta. Memasuki tahun 2024, fokus tersedot pada persiapan PON XXI Aceh-Sumut. Oleh karena itu, acara baru bisa kita laksanakan hari ini,” jelas Josyes.

Josyes melaporkan acara ini dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta dari unsur pemerintah daerah, KONI Maluku, pengurus cabor, serta jajaran Dewan Penyantun dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku yang turut memberikan dukungan swadaya.

Acara ini juga disahkan melalui pembacaan “Surat Keputusan PB PODSI Nomor 10 Tahun 2026” tentang restrukturisasi dan reposisi personalia yang dibacakan oleh “Kolonel (Purn) DR. Muhadi, M.M”.

Dalam lampiran SK tersebut, sejumlah tokoh penting masuk dalam jajaran Dewan Penasehat, mulai dari Gubernur Maluku, Ketua DPRD Maluku, Danlantamal IX Ambon, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, hingga Ketua KONI Maluku.

Pembuktian Prestasi: Borong 7 Medali PON dan Tembus SEA Games.
Meski baru dilantik secara seremonial hari ini, mesin organisasi PODSI Maluku terbukti sudah bekerja nyata secara senyap. Ketua Umum PODSI Maluku, “Ir. Muhammad Ulwan Talaohu”, membeberkan torehan impresif yang diraih para atlet dan pelatihnya dalam beberapa tahun terakhir.

“Saat dihadapkan pada agenda besar, alhamdulillah kerja keras kita berbuah manis. Tim dayung Maluku berhasil membawa pulang (7 medali pada PON Aceh-Sumut, yang terdiri dari 1 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu),” urai Ulwan dalam “welcome speech”-nya.

Ulwan berjanji akan terus memacu prestasi dan memohon dukungan masif dari Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya jaminan masa depan bagi para atlet lokal berprestasi.

“Kami sangat bangga, salah satu Srikandi dayung terbaik kita saat ini sudah berhasil diterima di Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) Mabes AL, dan satu lagi diterima di Kepolisian Daerah Maluku berkat keberhasilannya menembus ajang SEA Games 2025. Kami mohon para pimpinan daerah terus membuka jalur prestasi ini agar generasi muda kita termotivasi membawa PODSI Maluku ke level internasional,” harap Ulwan.

Tantangan Penurunan Prestasi Olahraga Maluku & Tatap POPMAL 2027
Ketua Umum KONI Provinsi Maluku. “M.A.S. Latuconsina, S.T., M.T.”, dalam sambutannya mengingatkan bahwa pelantikan ini harus dijadikan momentum awal konsolidasi total.

Ia menyebut dayung sebagai cabang olahraga (cabor) unggulan utama Maluku yang konsisten menyumbang emas di setiap gelaran PON. Namun, ia tidak menampik adanya realitas pahit.

“Kita harus jujur mengakui bahwa prestasi olahraga Maluku secara keseluruhan hari ini mengalami penurunan. Ini adalah tantangan berat di tengah kondisi efisiensi anggaran daerah. Olahraga itu butuh orang-orang dengan pengorbanan, dedikasi, serta dukungan finansial yang cukup. Maka, kolaborasi pengurus hari ini sangat luar biasa,” kata Latuconsina.

Latuconsina juga membocorkan agenda besar terdekat. KONI Maluku menjadwalkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) pada awal tahun 2027 (Januari atau Februari).

“Kami akan segera menyampaikan persiapannya dalam waktu dekat. Tidak ada waktu untuk bersantai (trial error), mari kita rapatkan barisan mempertahankan dan meningkatkan prestasi,” tegasnya.

Gubernur “Hendrik Lewerissa”: Dayung Ada di DNA Orang Maluku.
Gayung bersambut, Gubernur Maluku “Hendrik Lewerissa” menyambut hangat pengukuhan ini. Hendrik menegaskan, pengembangan dunia olahraga merupakan bagian integral dari visi-misi pemerintahannya untuk masa bakti 2025-2030.

“Saya percaya olahraga dayung ini ada dalam DNA kita. Kita adalah masyarakat yang hidup di pulau-pulau. Di era sebelum ada motorisasi dan mekanisasi, orang-orang kita bergerak antar-pulau dengan mendayung, kadang pakai layar, tapi lebih banyak mendayung. Secara tradisional pun kita punya lomba perahu Manggurebe dan Arombai. Wajar jika Maluku menyimpan begitu banyak talenta berbakat,” ujar Gubernur penuh kebanggaan.

Hendrik, yang juga menjabat sebagai Ketua Forki (Karate) Maluku dan baru saja membawa pulang medali emas Kejurnas di Bandung sebulan lalu, menekankan pentingnya komitmen pasca-pelantikan.

“Menjadi pengurus dalam acara pelantikan itu biasanya ramai sekali. Tapi setelah terbentuk, yang aktif kadang bisa dihitung jari. Saya tidak ingin itu terjadi di PODSI. Jaga semangat ini sampai akhir jabatan,” sentil Gubernur.

Terkait anggaran, Gubernur menegaskan efisiensi bukan alasan untuk menutup mata. Cabor-cabor prioritas penyumbang medali seperti dayung, karate, dan tinju akan mendapatkan atensi utama. Ia juga mendukung penuh pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah/POPMAL di 2027 sebagai ajang kurasi ketat menuju PON XXI di NTT-NTB.

Saya tidak mau mengirim atlet yang asal-asalan ke tingkat nasional. Kita bikin kompetisi lokal, lalu bidik atlet yang benar-benar berpotensi besar menyumbang medali. Kita tidak bisa bersandar pada pemerintah saja; pengusaha, sektor swasta, dan semua “stakeholders harus bersinergi,” tambah Hendrik.

Tiga Instruksi Strategis PB PODSI Menuju Olimpiade
Menutup rangkaian sambutan, Wakil Ketua Umum 1 PB PODSI, “Laksdya TNI Edwin, S.H., M.H., M.Han.”, membacakan amanat tertulis dari Ketua Umum PB PODSI Basuki Hadimuljono.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan berbagai unsur (TNI AL, Polri, akademisi, mantan atlet, hingga Balai Sungai) dalam struktur kepengurusan PODSI Maluku yang baru.
Laksdya Edwin mengingatkan bahwa kalender kompetisi internasional sudah di depan mata, mulai dari Kejurnas, Pra-Kualifikasi PON, hingga persiapan Asian Games 2026 di Jepang (September 2026) dan Olimpiade 2028 di Amerika Serikat.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, PB PODSI menitipkan “tiga instruksi taktis” bagi Pengprov PODSI Maluku:

1. Konsolidasi Total & Talent Scouting: Segera lakukan evaluasi pembinaan dengan melibatkan pelatih, wasit, atlet, dan akademisi untuk menjaring bibit unggul dari wilayah kepulauan Maluku.
2. Kemitraan Lintas Sektor: Bangun kerja sama erat dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta KONI daerah agar pembinaan berjalan linier dan optimal.
3. Menggalang Sponsor (Bapak Angkat): Gandeng pihak swasta sebagai penyokong finansial rutin guna menyelenggarakan kompetisi dayung secara berkala di Maluku.

“PB PODSI bekerjasama dengan Kemenpora RI terus berupaya meningkatkan kualitas SDM lewat penataran pelatih dan wasit di daerah agar kemampuannya merata. Manfaatkan fasilitas ini dengan baik. Target utama kita adalah harus mampu meraih medali di Olimpiade. Kami juga memohon doa restu bagi para atlet yang sedang dipersiapkan menuju Asian Games di Jepang pada September 2026 nanti,” pungkas jenderal bintang tiga tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pataka organisasi secara simbolis dari Waketum PB PODSI kepada Ketua Pengprov PODSI Maluku, penandatanganan berita acara pelantikan, serta penyerahan plakat penghargaan sebagai penutup komitmen bersama. (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *