MM.COM, AMBON — Penantian panjang warga Kelurahan Kudamati, khususnya RT 5 / RW 6, akhirnya tuntas setelah 45 tahun hidup tanpa akses air bersih yang memadai. Ungkapan syukur tak terhingga langsung dilontarkan warga kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon usai air bersih mengalir ke permukiman mereka.
Momen haru tersebut terjadi saat Wali Kota Ambon, “Bodewin Wattimena”, meresmikan pengoperasian jaringan air bersih di Lorong TIPKA, Kudamati, Kamis (5/11/2026) pukul 16.00 WIT. Kehadiran air bersih ini sekaligus menandai pencapaian 26 titik sambungan air bersih baru yang telah dibuka oleh Pemkot Ambon di tengah musim kemarau panjang.
“Tadi ada warga yang bilang sudah 45 tahun tinggal di Ambon, belum pernah dapat air bersih. Hari ini sudah dapat, langsung bilang kalau ini baru merdeka. Artinya, ini penyertaan Tuhan bagi warga kota yang sudah menunggu dalam waktu yang lama untuk bisa mendapatkan akses air bersih,” ungkap Bodewin di hadapan para awak media usai peresmian.
Wali Kota mengapresiasi kinerja Perumda “Tirta Yapono” bersama jajaran kecamatan dan kelurahan yang bergerak cepat mengidentifikasi wilayah-wilayah krisis air. Ia memastikan program prioritas ini akan terus berlanjut, di mana pekan depan Pemkot Ambon juga akan meresmikan fasilitas air bersih serupa di Wayame.
“Kalau ini terus berjalan, maka dalam waktu 5 tahun akan banyak masyarakat yang terakses air bersih. Itu baru katong bicara janji-janji program prioritas bisa terealisasi. Bukan soal selesai, karena tidak ada satu orang pemimpin kota yang bisa menyelesaikan semua masalah, tapi paling tidak dalam masa kepemimpinan ini kita telah meletakkan dasar-dasar yang baik,” tegasnya.
Bagi Bodewin, kebahagiaan terbesar seorang pemimpin bukanlah pada jabatan, melainkan saat turun langsung dari pagi hingga sore hari dan mendengar ucapan terima kasih tulus dari masyarakat.
“Kalau orang mengucapkan terima kasih atas apa yang dilakukan, itu kan apresiasi masyarakat yang jauh lebih mahal daripada apresiasi yang lain,” imbuhnya.
Hadapi Krisis Air Kemarau Panjang, Pemkot Siapkan Solusi Konkret.
Menanggapi musim kemarau berkepanjangan yang memicu penurunan debit air di sejumlah wilayah termasuk kawasan Sirimau, Wali Kota Bodewin menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan keluhan, melainkan solusi nyata dari pemerintah.
Sebagai langkah antisipasi darurat, Pemkot Ambon telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan armada mobil tangki khusus yang dapat mengolah air laut menjadi air minum jika diperlukan.
“Yang masyarakat inginkan bukan keluhan, bukan menyampaikan masalah ke mereka, tapi apa solusi katong untuk mengatasi masalah itu. Kalau katong harus beli, ya katong beli untuk mengantisipasi,” tegas Bodewin.
Terkait polemik pengelolaan air bersih yang melibatkan PT DSA di wilayah Sirimau, Wali Kota meminta masyarakat untuk tetap objektif dalam menilai. Saat ini, Pemkot Ambon masih terus berproses menyelesaikan status kepemilikan dan tata kelola guna memastikan pelayanan air bersih bagi warga Kota Ambon dapat dikelola secara optimal ke depannya.
“Sampai hari ini kita masih berproses soal kepemilikan dengan PT DSA. Saya rasa pada waktunya, mudah-mudahan dengan pertolongan Tuhan, akan ada titik terang terkait persoalan antara Perumda Tirta Yapono dengan PT DSA. Di situlah kita bisa menata air bersih Kota Ambon dengan baik,” pungkasnya.(LD)








Komentar