oleh

HUT Ke-63 Panca Karya, Direktur Utama Bungkam, Ada Apa?

MM.COM, Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Panca Karya Provinsi Maluku seharusnya menjadi momentum untuk membuka ruang evaluasi dan menyampaikan kepada publik berbagai capaian serta rencana perusahaan ke depan. Namun, momentum tersebut justru diwarnai sikap tertutup Direktur Utama Panca Karya yang menolak diwawancarai sejumlah wartawan. Senin 07 September 2026.

Wartawan yang datang dengan tugas jurnalistiknya sebenarnya hanya ingin menggali hal sederhana: apa yang telah dicapai Panca Karya selama ini, apa harapan di usia ke-63 tahun, serta langkah konkret apa yang akan dilakukan untuk membawa perusahaan daerah tersebut menjadi lebih baik.

Namun, kesempatan untuk mendapatkan penjelasan itu tidak diberikan.
Sikap tersebut tentu menimbulkan tanda tanya besar. Ada apa dengan Panca Karya Provinsi Maluku? Mengapa pertanyaan wartawan saja terkesan harus dihindari?

Sebagai perusahaan daerah, Panca Karya bukanlah lembaga yang bekerja dalam ruang tertutup. Ada kepentingan publik di dalamnya. Karena itu, masyarakat Maluku berhak mengetahui bagaimana perusahaan daerah ini dikelola, apa saja yang sudah dilakukan, serta apa target dan langkah perbaikannya ke depan.

Wartawan juga tidak sedang meminta sesuatu yang bersifat pribadi. Pertanyaan yang diajukan berkaitan langsung dengan keberadaan dan masa depan Panca Karya.

Jika perusahaan daerah ingin mendapatkan kepercayaan publik, keterbukaan seharusnya menjadi budaya, bukan sesuatu yang dihindari.

Momentum HUT ke-63 semestinya menjadi panggung untuk mempertanggungjawabkan kinerja kepada masyarakat, bukan justru membuat publik bertanya-tanya karena pimpinan perusahaan memilih bungkam.

Kini pertanyaannya sederhana: Panca Karya sedang membangun kepercayaan publik, atau justru sedang membangun tembok terhadap pers?. (*tim)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed