MM.COM, AMBON — Wali Kota Ambon, “Bodewin Wattimena”, secara resmi meresmikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Negeri Lama, BPD Negeri Poka, dan BPD Negeri Wayame untuk masa bakti 2026–2034. Peresmian yang berlangsung di Ruang ULA Balai Kota Ambon pada Senin (12/10/2026) ini didasarkan pada SK Wali Kota Ambon Nomor 710, 711, dan 712 Tahun 2026 tertanggal 1 Oktober 2026.
Dalam arahannya, Wali Kota Bodewin menekankan bahwa BPD dan kepala desa merupakan satu kesatuan rumah tangga desa yang memiliki tujuan yang sama, yakni menyejahterakan masyarakat. Ia menegaskan agar BPD dan kepala desa bisa bekerja bersama dan berkolaborasi sebagai mitra penyeimbang, bukan sebagai musuh atau lawan.
Soroti Penurunan Dana Desa dan Tantangan Fiskal.
Wali Kota secara terbuka mengungkapkan tingkat kecemasannya terhadap kondisi anggaran yang dihadapi saat ini. Menurutnya, terjadi penurunan yang sangat signifikan pada dana desa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dulu dana desa bisa mencapai Rp1 miliar lebih hingga Rp2 miliar lebih, sekarang berkisar di angka Rp150 juta, paling banyak Rp300 juta lebih saja. Sementara seiring perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat semakin banyak—mulai dari jalan setapak dan saluran penangkal banjir yang rusak—namun di sisi lain anggaran semakin kecil,” ungkap Bodewin di hadapan para undangan.
Menghadapi situasi tersebut, ia meminta setiap desa untuk jeli melihat dan merumuskan potensi wilayahnya menjadi kebijakan ekonomi. Desa-desa seperti Wayame dan Poka masih memiliki potensi di bidang pertanian maupun sektor lainnya, sementara Negeri Lama meski tidak terlalu luas tetap harus meningkatkan potensinya.
“Pemerintah pusat meminta kita untuk meningkatkan potensi pendapatan masing-masing. Manfaatkan BUMDes untuk meningkatkan pendapatan supaya bisa berkontribusi bagi pembangunan desa. Kita semua diminta untuk berinovasi dan beradaptasi,” tegasnya.
Kawal Visi Ambon Manise dan Siaga El Nino.
Selain persoalan fiskal, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya mengawal visi besar kepemimpinan bersama wakil wali kota, yakni mewujudkan “Ambon Manise yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan”. Ia menekankan agar pelayanan pemerintah desa tidak diskriminatif, merangkul semua pihak, serta segera menyelesaikan akar rumput masalah agar tidak membesar.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota turut menyampaikan tingkat kecemasan yang tinggi akibat dampak kekeringan berkepanjangan dari fenomena El Nino yang memicu potensi kebakaran di berbagai tempat. Ia mengajak para kades, raja, dan lurah untuk mengaktifkan kembali kegiatan kerja bakti gotong royong secara rutin satu hingga dua minggu sekali di desa masing-masing.
Kepala Desa Poka “Marthina Kelbulan”: BPD Adalah Mitra Kritis, bukan sekedar atasan dan bawahan.
Sejalan dengan arahan Wali Kota, Kepala Desa Poka, “Marthina Kelbulan”, dalam sambutannya pada acara pelantikan dan lepas sambut BPD Desa Poka menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, mulai dari perangkat desa, unsur LKD, RT/RW, PKK, Karang Taruna, tokoh agama, hingga unsur TNI-Polri.
Marthina menegaskan bahwa BPD dan kepala desa merupakan mitra kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang bersifat konsultatif, korektif, dan koordinatif, serta bukan hubungan atasan dan bawahan.
“Melalui momentum ini, saya berharap ada sinergi dan kolaborasi yang baik, terbuka, dan harmonis. Perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi, tetapi harus bermuara pada solusi terbaik bagi warga,” ujar Marthina.
Ia juga berpesan agar anggota BPD yang baru dapat aktif menjalankan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi, serta mengesampingkan ego sektoral demi melayani masyarakat secara cepat, ramah, dan profesional.
Mengakhiri sambutannya, Marthina menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para anggota BPD periode 2018–2026 atas dedikasi dan kerja sama yang telah diberikan, sekaligus meneruskan berbagai himbauan penting dari Wali Kota Ambon demi kemajuan bersama di tingkat desa.(LD)











Komentar