oleh

Peta Baru Pendidikan Ambon: Felisa Wattimena Resmi Dikukuhkan Jadi Bunda Guru, Bodewin Garansi Transparansi Nasib Pendidik

MM.COM, AMBON — Momen bersejarah bagi dunia pendidikan Kota Ambon tercipta dalam agenda Pelantikan dan Pengukuhan Bunda Guru Kota Ambon Masa Bakti 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Pembukaan Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon Ke-23. Kegiatan yang menjadi pijakan strategis organisasi profesi guru tersebut berlangsung khidmat di Hotel Kamari, Jalan Kakialy, Ambon, Kamis (20/8/2026).

Acara dibuka dengan penyampaian laporan pelaksanaan oleh Sekretaris PGRI Kota Ambon, “Corneles Moniharapon”. Dalam laporannya, Corneles menegaskan peran vital forum ini dalam menentukan arah kebijakan serta konsolidasi organisasi.

“Konferensi Kerja Satu PGRI Kota Ambon merupakan forum organisasi yang memiliki arti penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program kerja, membahas berbagai persoalan organisasi dan profesi, serta menyusun langkah-langkah strategis untuk pelaksanaan program PGRI ke depan. Selain itu, pengukuhan Bunda Guru merupakan momentum penting dalam memperkuat peran guru, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pendidikan,” ujar Moniharapon. saat membacakan laporan panitia.

Surat Keputusan PGRI Provinsi Maluku Nomor 12/KEP/MAL/XXIII/2026 tentang Penetapan Ibunda Guru Kota Ambon kemudian dibacakan oleh Ketua PGRI Provinsi Maluku, “Nizham Tukan”, dan selanjutnya secara resmi melantik “Felisa M. Wattimena” (Lisa Wattimena) sebagai Bunda Guru Kota Ambon.

Prosesi berlanjut pada pengukuhan dan penyematan selempang oleh Wali Kota Ambon, “Bodewin Wattimena”, yang memimpin pengukuhan secara resmi:

“Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini Kamis tanggal 20 Agustus 2026, saya Wali Kota Ambon mengukuhkan saudari sebagai Ibunda Guru Kota Ambon. Saya percaya bahwa saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Bodewin saat mengukuhkan.

Usai dikukuhkan, Bunda Guru Kota Ambon, “Felisa Wattimena”, menyampaikan komitmennya untuk menjadi penggerak serta penyambung lidah antara tenaga pendidik, pemerintah, dan masyarakat.

“Menjadi Bunda Guru adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi saya. Ini bukan sekadar gelar, tetapi panggilan untuk hadir, peduli, dan mendukung serta memberikan keteladanan bagi dunia pendidikan di Kota Ambon. Saya ingin mengajak kita semua untuk mari bergandengan tangan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah bagi anak. Jangan ukur pengabdian dari seberapa besar yang kita terima, tetapi ukurlah dari seberapa banyak kebaikan yang mampu kita hadirkan,” Felisa Wattimena. penuh haru.

Ketua PGRI Provinsi Maluku, “Nizham Tukan”, dalam sambutannya menekankan kebanggaan atas kepedulian Pemerintah Kota Ambon terhadap kesejahteraan guru, khususnya guru paruh waktu dan honorer, serta menyampaikan aspirasi perjuangan guru hingga tingkat internasional.

“PGRI adalah organisasi non-partisan yang tidak memandang agama, suku, ras, maupun antar-golongan. Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Pak Wali Kota yang sudah memperhatikan guru-guru kami yang paruh waktu. Kami berharap seluruh guru honorer ini dapat terus diperjuangkan menjadi guru ASN. Bersama Bunda Guru yang merupakan istri Wali Kota, kalau Ibu ‘bisik-bisik’, tentu Bapak Wali Kota juga akan semakin memberikan perhatian bagi kita,” kata Tukan.

Memungkasi rangkaian acara, Wali Kota Ambon, “Bodewin Wattimena”, memberikan sambutan arahan sekaligus membuka secara resmi Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon. Dalam arahannya, Bodewin menggarisbawahi pentingnya menempatkan posisi keberadaan Bunda Guru serta memberikan jaminan transparansi dalam jenjang karir guru dan Kepala Sekolah.

“Kenapa banyak jabatan yang melekat pada istri kepala daerah? Sebenarnya mau memberikan makna bahwa semua organisasi adalah mitra pemerintah. Ditaruh istri kepala daerah agar persoalan-persoalan guru itu lebih cepat sampai ke telinga Wali Kota sehingga cepat direspon dan diselesaikan,” jelas Bodewin.

Bodewin juga menegaskan komitmen Pemkot Ambon dalam penataan birokrasi pendidikan yang bersih dan bebas titipan.

“Saya rasa hari ini kalau mau jadi kepala sekolah tidak perlu pusing. Ikuti saja proses dan mekanisme yang sudah berlangsung. Kalau melewati semua itu dengan baik, pasti jadi Kepala Sekolah. Tidak ada yang pilih-pilih kasih. Mari kita manfaatkan konferensi ini untuk merumuskan program kerja terbaik demi peningkatan mutu pendidikan di Kota Ambon,” tegas Wali Kota sebelum membuka acara secara resmi.

Acara dilanjutkan dengan pelaksanaan Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon yang diikuti oleh 70 peserta dari pengurus PGRI cabang, perwakilan MKKS SMP/SMA/SMK, K3S SD, serta IGTKI Kota Ambon guna menyusun program kerja dan anggaran belanja organisasi masa bakti 2025–2030.(LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *