MM.COM, AMBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku resmi memulai rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 dengan menyasar kelompok generasi muda. Melalui kolaborasi bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Maluku dan Phillip Sekuritas Indonesia Cabang Ambon, OJK menggelar Sekolah Pasar Modal Level 1 & 2 yang diikuti 190 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi utama di Ambon.
Para peserta yang berasal dari Universitas Pattimura (Unpatti), Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Ambon dibekali pemahaman langsung seputar investasi, pengelolaan risiko, hingga perlindungan dari ancaman investasi ilegal.
Kepala OJK Provinsi Maluku, “Haramain Billady”, menegaskan bahwa edukasi bagi kalangan akademisi menjadi krusial mengingat indeks inklusi keuangan sering kali belum seimbang dengan indeks literasi. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan di Maluku telah mencapai 87,59 persen, sementara indeks literasi keuangannya berada di angka 63,87 persen.
“Masyarakat tidak cukup hanya dapat mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga perlu memiliki pengetahuan untuk memilih dan menggunakannya secara tepat serta memahami manfaat dan risiko yang menyertainya,” ujar Haramain saat pembukaan kegiatan di Ambon, Senin (5/10/2026).
Kegiatan bertema ‘Secure a Better Future: Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal Indonesia, Melek Regulasi, dan Bebas Finansial’ ini juga bertepatan dengan momentum kampanye ‘World Investor Week’ (WIW) 2026 yang berlangsung pada 5–11 Oktober 2026.
Haramain menambahkan, keterlibatan mahasiswa diproyeksikan untuk membentuk agen literasi baru di tengah masyarakat. Dengan bekal pengelolaan keuangan mandiri, kewaspadaan terhadap entitas ilegal, serta perlindungan data pribadi, mahasiswa diharapkan mampu menularkan kebiasaan finansial yang sehat di lingkungan keluarga dan komunitasnya.
OJK Maluku berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi intersektoral bersama regulator, industri jasa keuangan, dan perguruan tinggi agar program peningkatan literasi finansial di wilayah Maluku berjalan berkelanjutan.(*/LD)












Komentar