MM.COM, POLDA MALUKU — Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku terus memperkuat transformasi sumber daya manusia Polri melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan dalam Pelatihan Kewilayahan Gelombang III Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung di SPN Polda Maluku, Passo, Ambon, Selasa (5/5/2026), diikuti para personel peserta pelatihan dari berbagai fungsi kepolisian dengan fokus pada peningkatan kompetensi teknis, kemampuan analisis, hingga penguasaan teknologi dan komunikasi publik.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima materi pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga menjalani simulasi dan praktik lapangan guna mengasah keterampilan teknis serta kesiapan menghadapi dinamika tugas kepolisian modern.
Pelatihan tersebut didampingi oleh para Gadik Pembina Fungsi dan pendamping pelatihan yang berpengalaman pada masing-masing bidang tugas.
Adapun materi pelatihan yang diberikan meliputi:
* Bintara Penyidikan Tindak Pidana Umum, dengan fokus pada pendalaman prosedur hukum dan teknik pemeriksaan;
* Bintara Penyelidikan Intelijen, yang menitikberatkan pada analisis informasi dan deteksi dini potensi gangguan kamtibmas;
* Bintara Penyidikan Kecelakaan Lalu Lintas, melalui praktik olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penanganan kecelakaan lalu lintas; serta
* Bintara Produk Kreatif Digital Humas Polri, yang difokuskan pada produksi konten edukatif dan penguatan strategi komunikasi publik di era digital.
Kepala SPN Polda Maluku Kombes Pol Romi Agusriansyah, S.I.K, dalam keterangannya menegaskan bahwa transformasi Polri harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Transformasi Polri tidak hanya dibangun melalui teknologi, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan lapangan,” ujar Ka SPN Polda Maluku.
Ia menambahkan, personel Polri saat ini dituntut tidak hanya memahami aspek penegakan hukum, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi publik serta penguasaan teknologi digital.
“Polisi modern harus mampu menguasai penegakan hukum sekaligus komunikasi digital, karena tantangan keamanan saat ini berkembang sangat dinamis,” lanjutnya.
Melalui pelatihan tersebut, SPN Polda Maluku berharap dapat mencetak personel Polri yang profesional, humanis, responsif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sejalan dengan transformasi Polri Presisi. (*














Komentar