MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 17 September 2025 — Turnamen Karate Garuda Yaksa Championship IV Tahun 2025 resmi ditutup di Aula Sporthall, Ambon, Provinsi Maluku, Rabu (17/9). Kegiatan ini menjadi ajang bergengsi yang tidak hanya menunjukkan kualitas para atlet karate, namun juga menegaskan semangat dan harga diri masyarakat Maluku melalui olahraga.
Acara penutupan berlangsung meriah dan penuh semangat, dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah, di antaranya Gubernur Provinsi Maluku yang juga menjabat sebagai Ketua Umum FORKI Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah, para anggota DPRD, Ketua KONI Provinsi Maluku, Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah, serta para pengurus cabang olahraga dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Provinsi Maluku “Sam Latuconsina” menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini yang telah memasuki tahun keempat secara beruntun. Ia menegaskan bahwa geliat olahraga di Maluku kini mulai menunjukkan jati diri yang sesungguhnya.
“Kejuaraan ini bukan hanya tentang mengejar medali, tapi tentang semangat, komitmen, dan harga diri orang Maluku,” tegasnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Turnamen ini juga menjadi bagian dari seleksi atlet yang akan mewakili Maluku dalam ajang PON Beladiri di Kudus bulan depan. Dari total kontingen, cabang olahraga karate menjadi penyumbang atlet terbanyak, yakni 10 karateka. Hal ini membuktikan bahwa karate menjadi salah satu cabang andalan dalam mewujudkan program “Maluku Bangkit” yang diusung KONI Provinsi Maluku.
Gubernur Maluku “Hendrik Lewerissa” melalui Ketua Umum FORKI Maluku dalam sambutannya saat menutup secara resmi turnamen ini, menekankan pentingnya sportivitas dan kerja keras dalam membangun prestasi jangka panjang.
“Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wahana memperkuat silaturahmi dan semangat kebersamaan antar karateka. Kami yakin, dari ajang seperti ini akan lahir bibit-bibit atlet berbakat yang mampu membawa nama Maluku ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kategori usia mengikuti Turnamen Garuda Yaksa IV ini, meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya diikuti sekitar 500-600 peserta. Hal ini menunjukkan antusiasme dan minat masyarakat terhadap olahraga karate yang kian meningkat di Provinsi Maluku.
Acara penutupan diakhiri dengan pernyataan resmi penutupan kejuaraan oleh Ketua Umum Pengprov FORKI Maluku.
“Dengan memohon petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa, Turnamen Karate Garuda Yaksa Championship ke-4 tahun 2025 saya nyatakan ditutup dengan resmi.”
Turnamen Garuda Yaksa IV Tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa semangat olahraga Maluku tengah bangkit, menatap masa depan yang lebih gemilang di panggung nasional.(LD)








Komentar