MM.COM, AMBON – Kota Ambon kembali membuktikan daya tariknya di kancah nasional. Untuk pertama kalinya sejak beralih status dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), UIN A.M.Sangadji Ambon sukses menggelar agenda tahunan bergengsi: “Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia”.
Acara yang berlangsung di Lantai 5 Hotel Santika ini mencatatkan rekor antusiasme luar biasa. Meski di tengah efisiensi anggaran negara dan tingginya harga tiket pesawat, sebanyak 67 peserta dari Aceh hingga Papua tetap hadir memadati Negeri Manise.
Ketua Panitia Pelaksana, “Dr. Syah Awaluddin Uar, MH”, mengungkapkan rasa bangga sekaligus harunya atas partisipasi yang melampaui ekspektasi ini.
“Ini rekor yang luar biasa. Alhamdulillah, teman-teman dari luar sana punya antusiasme yang begitu besar begitu mendengar nama Ambon. Bahkan, hingga hari penutupan pun masih ada peserta yang terbang karena rasa penasaran ingin melihat langsung kota ini,” ujar Syah Awaluddin saat ditemui usai penutupan acara, Senin (27/4/2026).
Integrasi ‘Kurikulum Cinta’ dan Isu Perempuan
Selain ajang silaturahmi, forum ini membawa misi akademis yang sangat strategis. Fokus utamanya adalah perubahan nomenklatur program studi dan penyusunan kurikulum berbasis “Outcome Based Education” (OBE) yang diintegrasikan dengan konsep “Kurikulum Cinta” titipan Menteri Agama.
“Tugas kami sekarang adalah mengintegrasikan pesan cinta kemanusiaan, kebangsaan, dan lingkungan ke dalam kurikulum hukum. Orang hukum biasanya bicara fakta, tapi kini harus kita ramu agar aspek rasa dan kemanusiaan itu masuk dalam pembelajaran di Fakultas Syariah dan Hukum,” jelasnya.
Sisi kemanusiaan ini juga diperkuat dengan Seminar Nasional bertajuk perempuan dalam dunia hukum. Menghadirkan Prof. Nihaya dari Kementerian PPPA, forum ini menekankan peran kampus dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui program akademik maupun pengabdian masyarakat.
Budaya Maluku: Sambutan Paling ‘Wah’
Keberhasilan Ambon sebagai tuan rumah juga mendapat pujian sebagai penyelenggaraan yang paling berkesan. “Syah Awaluddin” menyebutkan bahwa pihaknya ingin menonjolkan budaya khas Timur yang sangat memuliakan tamu.
“Kami memberikan “surprise” kepada peserta. Dari penjemputan di bandara hingga jamuan, semua dilakukan secara maksimal. Ini menunjukkan jati diri kita sebagai orang Timur yang ramah terhadap tamu,” tuturnya.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Ambon. Wali Kota Ambon menyambut para dekan sejak malam “Gala dinner” di Sari Gurih hingga hadir langsung untuk menutup rangkaian acara secara resmi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Wali Kota Ambon atas sambutan yang luar biasa. Kehadiran para tokoh dari seluruh Indonesia ini sekaligus memberikan pesan kepada publik bahwa Ambon adalah kota yang sangat aman, nyaman, dan layak dikunjungi, menepis segala pemberitaan negatif yang mungkin pernah terdengar,” tutup Syah Awaluddin.
Rangkaian acara yang dimulai sejak 26 April ini, resmi berakhir hari ini 27 April, dan para peserta dijadwalkan kembali ke daerah masing-masing pada Rabu mendatang dengan membawa kesan mendalam tentang keramahan orang Maluku. (LD)








Komentar