MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, Kepala SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon, Ratna, S.Pd., dalam wawancara bersama awak media yang berlangsung di ruang rapat dewan guru pada Sabtu (12/7), memaparkan sejumlah capaian dan tantangan yang dihadapi sekolah tersebut di tahun ajaran baru 2025/2026.
Ratna menyampaikan bahwa untuk tahun ini sekolah ini membuka penerimaan peserta didik baru sebanyak dua rombongan belajar (rombel), masing-masing berjumlah 28 siswa, sehingga totalnya 56 siswa.
Namun, berdasarkan data terbaru yang masuk dalam sistem Dapodik, baru tercatat 53 siswa. “Ada tiga siswa yang belum terdata, kemungkinan karena kelengkapan administrasinya masih dalam proses,” ujar Ratna.
Dari sisi tenaga pendidik, SD Negeri 2 Latihan saat ini memiliki 19 guru. Khusus untuk kelas I yang terbagi menjadi kelas 1A dan 1B, telah ditugaskan dua wali kelas.
“Sebanyak 14 guru kami merupakan ASN, sementara sisanya adalah tenaga honor. Kami juga memiliki satu orang petugas kebersihan,” jelasnya.
Meski baru menjabat sebagai kepala sekolah sejak September 2024, Ratna mampu membawa SD Negeri 2 Latihan menorehkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat kota hingga nasional. Di antaranya:
Juara 3 lomba Matematika tingkat Kota Ambon (Desember 2024)
Juara Favorit lomba Sadar Berlalu Lintas dalam rangka HUT BPTD (November 2024)
Medali Perak OSN MIPA Unpatti Ambon (Februari 2025)
Juara 1 Taekwondo (Februari 2025)
Juara 1 Tenis Meja Pangdam Cup (Mei 2025)
Juara 2 Tenis Meja Kapolda Maluku Utara Cup (Juni 2025)
Mewakili Provinsi Maluku pada Lomba OSI Matematika (Juni 2025)
Runner-up Lomba Matematika Aljabar di Bali
“Prestasi-prestasi ini adalah hasil kerja keras guru dan siswa, meskipun kami menghadapi keterbatasan fasilitas,” ungkap Ratna.
Salah satu kendala utama yang dihadapi saat ini adalah kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan. Ratna mengungkapkan bahwa sebagian dinding sekolah telah bocor dan bolong, serta lantai dua dinilai cukup membahayakan jika terjadi gempa.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan rehabilitasi terhadap bangunan sekolah ini demi keselamatan dan kenyamanan belajar-mengajar,” harapnya.
Dalam menghadapi implementasi kurikulum dan sistem pembelajaran baru, khususnya terkait dengan pembelajaran mendalam, Ratna juga menekankan pentingnya pelatihan bagi para guru.
“Kami sangat berharap adanya pelatihan dari Dinas Pendidikan maupun BPMP agar guru-guru kami siap menerapkan pembelajaran yang mendalam, apalagi ini merupakan hal baru di tahun ajaran ini,” tutupnya.
SD Negeri 2 Latihan Ambon menjadi bukti bahwa semangat dan dedikasi dapat mengantar sekolah meraih prestasi, meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana. (LD)








Komentar