MANGGUREBEMAJU.COM, Pada tahun ajaran ini, SD Kristen Kusu-Kusu Sereh memiliki enam rombongan belajar (rombel). Namun, hingga saat ini baru terdapat 12 siswa yang mendaftar melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), sementara target yang ditetapkan adalah 28 siswa. Jumlah tersebut masih kurang 16 siswa. Dari 12 siswa yang mendaftar, 10 berasal dari TK dan 2 dari rumah.
Disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SD Kusu-kusu Sereh, Helena M. dequeljoe, S.Pd saat ditemui di ruang kerjanya Jumat 11 Juli 2025 siang tadi.
Beliau berharap ke depan semakin banyak masyarakat Kusu-Kusu Sereh yang mencintai dan memilih sekolah ini sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka. Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah dasar yang ada di wilayah Kusu-Kusu Sereh.
Namun kenyataannya, banyak warga yang justru memilih menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah di kota. Padahal, jika mengacu pada sistem zonasi, seharusnya anak-anak tersebut bersekolah di SD Kristen Kusu-Kusu Sereh.
Untuk tahun ajaran ini, pihak sekolah hanya melaporkan satu rombel di Dapodik. Artinya, sekolah harus menerima minimal 28 peserta didik. Namun realitanya, dua tahun terakhir jumlah siswa tidak mencapai target tahun lalu hanya 17 siswa, dan tahun ini baru 12 siswa yang mendaftar.
“Kami tetap berharap bahwa pada hari Senin mendatang, masih ada orang tua yang datang dan mendaftarkan anak-anak mereka,” tandasnya.
Sebagai sekolah Kristen di bawah naungan Yayasan YPPK dr. Sitanala, mereka tetap mematuhi kebijakan pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota, sekaligus mengikuti kebijakan internal yayasan, khususnya dalam pelaksanaan SPMB.
Saat ini, SD Kristen Kusu-Kusu Sereh memiliki 9 orang guru yang terdiri atas, 6 guru kelas, seluruhnya bergelar sarjana pendidikan, 3 guru mata pelajaran, yaitu 1 guru bahasa Inggris dan 2 guru agama (1 guru organik dan 1 guru PNS Kementerian).
“Kami sangat berharap adanya tambahan satu guru olahraga, mengingat sejak guru olahraga sebelumnya pensiun, sekolah belum memiliki pengganti sampai sekarang,” ungkapnya.
Ke depan, sekolah ini telah menetapkan kegiatan ekstrakurikuler wajib, yaitu Bahasa Inggris, Teknologi Informasi, serta pengembangan olahraga seperti karate dan renang. Hal ini disesuaikan dengan cabang-cabang lomba yang kerap dipertandingkan dalam ajang O2SN.
Kepsek juga berharap masyarakat Kusu-Kusu kembali menyekolahkan anak-anak mereka di SD Kristen Kusu-Kusu Sereh. Selain dekat dengan tempat tinggal, sekolah ini termasuk dalam wilayah zonasi, sehingga lebih praktis dan efisien dibandingkan harus bersekolah jauh di kota.
Melalui kegiatan sosialisasi kepada orang tua dan melalui peran aktif komite sekolah, mereka akan terus mengedukasi pentingnya mencintai sekolah negeri di lingkungan sendiri sebagai bagian dari upaya membangun daerah dan masa depan anak-anak.
Dari sisi sarana dan prasarana, Dinas Pendidikan Kota telah melakukan peninjauan. Tahun lalu, kami mendapat bantuan rehabilitasi untuk atap bangunan, namun dua minggu setelahnya atap kembali bocor.
Selain itu, pihak sekolah juga telah mengusulkan perbaikan perpustakaan yang mengalami keretakan di bagian belakang, serta pembangunan laboratorium IT di halaman belakang, mengingat masih tersedianya lahan.
“Beberapa kerusakan ringan seperti di toilet belakang bisa kami tangani melalui dana BOS atau sumbangan dari komite sekolah. Namun, untuk kerusakan yang lebih berat, kami berharap bantuan dari instansi terkait,” pungkasnya. (LD)








Komentar