MANGGUREBEMAJU.COM, Kepala Sekolah SD Negeri 73 Ambon, Ros Lesilolo S.Pd Dalam keterangannya pada hari ini, Sabtu 12 juli 2025 menyampaikan kondisi terkini terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026 kepada tim awak media di ruang kerjanya.
“Kami baru menerima sekitar 20 siswa, sementara idealnya dalam satu rombongan belajar (rombel) dibutuhkan 28 siswa. Namun hal ini kami maklumi karena bergantung pada keputusan dan minat orang tua,”
ujar kepala sekolah yang telah menjabat selama kurang lebih lima tahun tersebut.
Ia menegaskan bahwa selama proses penerimaan siswa baru, pihak sekolah tidak pernah memungut biaya apapun dari para orang tua.
“Kami selalu menjunjung tinggi prinsip sekolah gratis sesuai dengan kebijakan pemerintah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, kepala sekolah juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengertian para orang tua selama masa kepemimpinannya.
Ia juga menyampaikan bahwa masih ada beberapa guru yang belum masuk dalam data Dapodik (Data Pokok Pendidikan), dan saat ini masih dalam proses koordinasi melalui Komite Sekolah.
Meski demikian, SD Negeri 73 Ambon memiliki jumlah guru yang memadai dan telah meraih akreditasi “A”. Namun, sekolah ini masih sangat membutuhkan tambahan tenaga pendidik khususnya di bidang Bahasa Inggris dan Seni Musik.
“Kami menyadari bahwa penguasaan Bahasa Inggris dan kemampuan seni sangat penting untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik. Karena itu, kami sangat berharap adanya perhatian dari dinas terkait untuk pemenuhan kebutuhan guru-guru tersebut,” harapnya.
Dari sisi prestasi, SD Negeri 73 Ambon cukup membanggakan. Di bidang olahraga, Pramuka, dan sepak bola, siswa-siswa sekolah ini telah meraih berbagai penghargaan, termasuk Juara 1, 2, dan 3 dalam lomba Pramuka antar SD se-Kecamatan Nusaniwe, serta Juara 3 dalam turnamen sepak bola antar sekolah.
Terkait kurikulum, sekolah ini aktif melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Gugus, Kecamatan Nusaniwe, hingga orang tua dan Komite Sekolah.
Salah satu bentuk kerja sama ini diwujudkan dalam kegiatan rapat kerja bersama dalam rangka penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan karakteristik peserta didik.
Sebagai penutup, Kepala Sekolah berharap adanya pelatihan khusus bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas dalam proses belajar mengajar.
“Kami ingin guru-guru kami terus berkembang. Untuk itu, kami sangat berharap adanya program pelatihan atau bimbingan teknis guna menunjang profesionalisme dan kualitas pendidikan di sekolah ini,” pungkasnya. (LD)








Komentar