MM.COM, AMBON — Rapat Kerja (Raker) XII Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Ambon tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Amaris, Rabu (23/9/2026), membuahkan sejumlah keputusan strategis. Selain penyerahan penghargaan Pemkot Ambon dan evaluasi program, rapat tersebut secara aklamasi kembali menetapkan “Pdt. Jacob Frans Lailossa” sebagai Ketua LPPD Kota Ambon masa bakti 2026–2031, mendampingi Hendrik Hetaria yang terpilih sebagai Sekretaris.
Usai kegiatan, “Pdt. Jacob Frans Lailossa” menjelaskan bahwa agenda utama Raker kali ini mencakup dua hal besar, yakni evaluasi program kerja tahun 2026 serta penyerahan penghargaan dari Pemerintah Kota Ambon kepada kontingen asal Kota Ambon yang telah memperkuat Provinsi Maluku di ajang nasional.
“Hasil akhir dari rapat kerja ini adalah penyiapan struktur kepengurusan masa bakti 2026–2031. Secara aklamasi, forum menetapkan saya kembali sebagai Ketua dan Pak Hendrik Hetarie sebagai Sekretaris. Hasil penetapan ini selanjutnya kami sampaikan kepada Bapak Wali Kota Ambon selaku pemegang hak prerogatif untuk mendapat pertimbangan dan persetujuan resmi,” ujar Lailossa kepada awak media.
Soroti Sistem Audisi dan Dorong Reformasi Pesparawi Maluku.
Di samping agenda internal kepengurusan, Lailossa memberikan penekanan khusus terkait rekam jejak prestasi Kota Ambon yang sukses mempertahankan Piala Bergilir Gubernur Maluku tiga kali berturut-turut hingga menjadi piala tetap. Ia menyoroti perlunya perubahan mekanisme seleksi kontingen di tingkat Provinsi Maluku.
Menurutnya, proses audisi idealnya berhenti di tingkat kabupaten/kota. Kontingen atau juara dari masing-masing kabupaten/kota hendaknya langsung mewakili provinsi tanpa perlu melewati proses audisi ulang di tingkat provinsi yang dinilai justru menurunkan kualitas pembentukan tim.
“Pembelajaran dari ajang di Pontianak, Yogyakarta, hingga Manokwari menunjukkan bahwa mekanisme yang ada saat ini perlu dievaluasi total. Jika daerah yang menjuarai ajang kabupaten/kota langsung diberangkatkan sebagai satu kesatuan tim utuh, chemistry dan kualitas penampilan akan jauh lebih solid. Kami yakin jika mekanisme ini diubah, prestasi Maluku di tingkat nasional akan jauh lebih melesat,” tegasnya.
Arsip Digital dan Esensi Memuji Tuhan.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai dokumentasi sejarah dan prestasi Pesparawi Kota Ambon untuk generasi mendatang, Lailossa menyambut baik gagasan pembuatan platform digital atau saluran khusus dokumentasi. Menurutnya, rekam jejak sejarah merupakan modal motivasi penting bagi generasi muda.
Mengakhiri wawancara, Lailossa menitipkan pesan mendalam bagi seluruh pembina, pelatih, dan peserta paduan suara gerejawi di Kota Ambon.
“Meraih gelar juara itu penting, tetapi memuliakan Tuhan adalah yang utama. Ketika kita bernyanyi dengan ketulusan hati semata-mata untuk memuliakan Tuhan, maka prestasi dan gelar juara itu akan mengikuti dengan sendirinya,” pungkasnya.(LD)








Komentar