MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, SD Negeri 1 Latihan SPG Ambon menghadapi tantangan serius terkait pemenuhan kuota peserta didik dan ketersediaan tenaga pendidik serta kependidikan.
Berdasarkan kebijakan dari Dinas Pendidikan Kota Ambon, setiap sekolah dasar hanya diberikan kuota maksimal 28 siswa untuk satu rombongan belajar (rombel). Hingga saat ini, SD Negeri 1 Latihan SPG Ambon baru menerima 26 siswa, masih kurang dua siswa dari kuota yang ditetapkan ungkap Olly Junianty Afitu, S.Pd selaku kepala sekolah yang kami temui di ruang kerjanya. Sabtu, 12 Juli 2025
“Kami sangat menghargai kebijakan ini sebagai upaya pemerataan. Namun, dalam satu kompleks terdapat empat sekolah, dan perlu ada koordinasi yang adil agar tidak terjadi penumpukan siswa di sekolah tertentu saja,” ungkapnya.
Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan tenaga/staf dimana saat ini, sekolah memiliki 20 orang tenaga, terdiri dari 12 guru kelas, 5 guru mata pelajaran, dan 3 tenaga kependidikan. Namun 2 orang tendik akan segera keluar karena menerima SK P3K, dan 2 guru lainnya masih dalam proses seleksi P3K. Jika keempatnya keluar, maka akan terjadi kekosongan staf yang berdampak langsung pada proses belajar-mengajar.
“Saya sudah menyampaikan kebutuhan guru ke Dinas Pendidikan, namun tanggapan yang kami terima adalah menunggu hingga pegawai tersebut resmi keluar. Padahal, ini menyangkut kelangsungan proses belajar-mengajar,” tegasnya.
Meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, SD Negeri 1 Latihan SPG Ambon tetap menunjukkan prestasi membanggakan.
Dalam bidang akademik, siswa-siswi rutin mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan berhasil menembus tingkat nasional untuk mata pelajaran Matematika. Di bidang non-akademik, 2 siswa juga lolos hingga babak final O2SN cabang olahraga karate.
Untuk menunjang prestasi tersebut, sekolah melakukan seleksi internal dari kelas 3 sampai kelas 6, dan membentuk tim bimbingan belajar (bimbel) yang dikukuhkan melalui SK kepala sekolah.
“Kami terus berupaya dan melayani kebutuhan pendidikan anak-anak sebaik mungkin, meski dengan sumber daya terbatas. Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah kota dan provinsi, serta awak media untuk menyuarakan aspirasi ini,” tutup Kepala Sekolah.
Dengan semangat kolektif dan dukungan dari orang tua, guru, dan masyarakat, SD Negeri 1 Latihan SPG Ambon bertekad untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan di Kota Ambon. (LD)








Komentar