MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon,— Aktivis Muda Maluku, Hendra Lapandewa, angkat suara terkait berbagai isu yang diarahkan kepada Wakil Gubernur Maluku, H. Abdulah Vanath (AV). Ia menilai tuduhan-tuduhan tersebut tidak dilandasi oleh fakta hukum yang kuat, melainkan berbau dendam politik yang terstruktur dan sistematis.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu (12/07), Hendra menyebut bahwa isu-isu seperti dugaan pengelolaan parkiran pasar, kasus Belo Hitam, hingga narasi liar lainnya hanyalah manuver untuk mendiskreditkan kepemimpinan duet Hendrik Lewarissa (HL) dan Abdulah Vanath (AV).
“Kami mencermati ini sebagai gerakan panik dari kelompok tertentu yang mulai merasa terancam ketika HL dan AV menunjukkan kekompakan. Ketakutan terbesar mereka adalah HL-AV kembali tampil sebagai pasangan kuat di Pilkada mendatang dengan semangat ‘Lawamena Dua Periode’,” tegas Hendra.
Ia menegaskan, Kami Aktivis Muda Maluku tetap berdiri tegak di atas prinsip kebenaran dan tidak akan tinggal diam ketika pemimpin visioner coba dihancurkan lewat narasi-narasi tanpa dasar yang kredibel.
“Kami mencium skenario terselubung untuk merusak citra pemimpin yang bekerja nyata. Tuduhan dan opini publik yang liar itu hanya jadi ‘pintu masuk’ permainan mereka. Tapi sayangnya, mereka lupa, rakyat Maluku hari ini sudah cerdas dan tidak mudah dimanipulasi,” ujarnya.
Jangan Jadi Petarung Pelacur…
Hendra menambahkan bahwa dalam sistem demokrasi, kritik adalah bagian penting. Namun, menurutnya, kritik harus disampaikan dengan cara yang elegan dan bertanggung jawab, bukan dengan jebakan isu untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
“Kalau mau mengkritik, mari jadi petarung sejati. Bukan petarung pelacur yang menjual narasi demi kepentingan sempit. Maluku tidak butuh provokator, tapi butuh kolaborator untuk kemajuan bersama,” tegasnya.
Ia juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda Maluku, untuk tetap berpikir jernih, menjaga stabilitas, dan mendukung pemimpin yang berpihak pada rakyat dan pembangunan berkelanjutan.
“Rakyat Maluku sudah cerdas. Kelompok kecil yang suka bikin riak-riak politik mestinya tahu diri. Jangan ganggu konsentrasi HL dan AV yang sedang bekerja demi ‘Maluku Pung Bae’,” tutup Hendra. (*








Komentar