MM.COM, AMBON — Walikota Ambon, “Bodewin Wattimena”, menegaskan pentingnya penataan dan penyesuaian struktur organisasi perangkat daerah agar tata kelola pemerintahan di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan fokus pada pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Bodewin kepada awak media usai membuka secara resmi ‘Focus Group Discussion’ (FGD) Evaluasi Kelembagaan Perangkat Daerah Pemerintah Kota Ambon Tahun 2026 di Lantai 5 Manise Hotel, Ambon, Kamis (8/10/2026).
Dalam wawancara tersebut, Bodewin menyoroti sejumlah poin krusial, mulai dari penataan kelembagaan dinas, efisiensi belanja daerah, hingga langkah tegas Pemkot Ambon menyikapi ancaman kebakaran lahan dan kabut asap.
Usulkan UPT Khusus Urus Taman Kota.
Salah satu usulan konkret yang disuarakan Walikota adalah pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Khusus Taman di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon. Menurutnya, beban kerja DLHP saat ini sangat berat karena harus menangani masalah sampah harian, pengawasan lingkungan, hingga penerbitan perizinan.
“Beban DLHP ini cukup berat. Kalau kita berharap dinas secara umum mengurus taman, fokus mereka terpecah dan taman-taman kota bisa tidak terurus. Karena itu saya usulkan dibentuk UPT khusus yang bertugas merawat dan menyiram taman-taman seperti di Pattimura Park, A.Y. Patty, dan jalur protokol lainnya secara rutin pagi dan sore,” jelas Bodewin.
Ia menambahkan bahwa pembentukan UPT tersebut sangat dimungkinkan secara aturan dan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari DLHP.
Efisiensi Anggaran: Seremonial Dialihkan ke Apel Pagi.
Menyinggung soal kelembagaan dan efisiensi belanja daerah, Bodewin membeberkan bahwa Pemkot Ambon saat ini sangat memperketat penggunaan anggaran APBD, termasuk pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dan pembatasan kegiatan di hotel-hotel.
Sebagai solusinya, berbagai agenda seremonial pemerintahan kini dialihkan dan dipusatkan pada pelaksanaan apel pagi.
“Hari ini kegiatan apapun itu, mau penyerahan bantuan sampai penandatanganan MoU, semua kita lakukan saat apel pagi demi menyiasati dan mereduksi pengeluaran daerah,” ungkapnya.
Meski berdampak pada penurunan okupansi hotel-hotel di Kota Ambon, Bodewin berharap jika terjadi relaksasi anggaran pada tahun depan, kegiatan pemkot dapat kembali mendorong perekonomian sektor perhotelan dan UMKM lokal.
Tegas Soal Kebakaran Lahan di Gunung Nona.
Terkait maraknya ancaman kebakaran hutan dan kabut asap yang mulai mengganggu kesehatan warga, Bodewin menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh Camat, Lurah, Kades, hingga Raja se-Kota Ambon untuk mengeluarkan imbauan resmi melarang pembakaran kebun dan sampah.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot Ambon telah berkoordinasi dengan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk menyelidiki dugaan kelalaian warga terkait pemicu kebakaran di kawasan Gunung Nona.
“Kita sudah punya data dan berkoordinasi dengan Polresta. Jika terbukti ada kelalaian masyarakat yang nekat membakar kebun padahal sudah dilarang, proses hukum kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Guna mengantisipasi dampak kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Pemkot Ambon bekerja sama dengan pihak swasta seperti BFI Finance juga telah turun ke jalan membagikan masker gratis serta mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.(LD)













Komentar