oleh

Tekan Angka Darurat Membaca, Wawali Ambon “Elly Toisutta” Minta Sekolah Dongkrak TGM dan IPLM

MM.COM, AMBON, — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon resmi menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Ambon Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung misi penguatan budaya baca dan pemeliharaan kearifan lokal ini berlangsung khidmat di Hotel Kamari, Ambon, Senin (20/7/2026) mulai pukul 10.00 WIT.
Acara diawali dengan laporan resmi panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Plt. Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon, “Corneles Moniharapon”.

Laporan Penyelenggara: 30 Finalis Berebut Peringkat Terbaik.

Dalam laporannya, “Corneles Moniharapon” menyampaikan bahwa kegiatan Pemberian Penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca Tingkat Kota Ambon ini didasari oleh UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan serta Perwali Kota Ambon No. 17 Tahun 2018 tentang Gerakan Ambon Gemar Membaca.

Corneles menjelaskan, tahap awal seleksi dilakukan melalui pengiriman video cerita berdurasi 5 hingga 7 menit. Dari total 46 pendaftar tingkat SD/MI se-Kota Ambon, sebanyak 30 peserta dinyatakan lolos menuju babak final sesuai petunjuk teknis.

“Kegiatan ini dibiayai melalui dana APBD/DPA Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon Tahun Anggaran 2026. Total bonus dana pembinaan sebesar Rp18 juta akan diberikan kepada 6 peringkat terbaik, mulai dari Juara 1 hingga Juara Harapan 3,” ujar Corneles.

Ia menambahkan, lomba bertutur bertujuan mengasah kemampuan “public speaking”, ekspresi, vokal, serta keberanian tampil di depan umum dengan mengangkat cerita rakyat dan kearifan lokal Nusantara.
Penilaian lomba dipercayakan kepada dewan juri profesional dari berbagai latar belakang akademisi dan praktisi, yakni Dr. A.Lewir (FKIP Unpatti), G.Latuheru (Psikolog Anak), perwakilan Jurusan Kedokteran Universitas Pattimura, serta F.Melisa (Pustakawan).

Sambutan Wawali Elly Toisutta: Indonesia “Darurat Membaca”.

Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Wali Kota Ambon, “Elly Toisutta”. Mengawalinya, Elly mengungkapkan dua fakta prihatin terkait budaya baca anak-anak yang dinilainya berada dalam kondisi “darurat membaca”.

Menyitir pernyataan budayawan Taufik Ismail, Elly menyinggung fenomena ‘Tragedi Nol Buku’ di Indonesia jika dibandingkan negara luar seperti Jerman (32 buku/tahun) atau Singapura dan Malaysia (6 buku/tahun).

“Data BPS mencatat tingkat minat baca anak Indonesia hanya 17,66 persen, sangat jauh dibanding minat menonton yang mencapai 91,67 persen. Anak-anak hingga remaja rata-rata menghabiskan 4,1 hingga 5,8 jam per hari untuk media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Instagram, sementara waktu membaca kurang dari satu jam,” tegas Elly Toisutta di hadapan pimpinan OPD, kepala sekolah, rohaniwan, dan peserta yang hadir.

Instruksi Keras: Wajib Baca 1 Buku Seminggu dan ‘Library Day’

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Ambon mendorong seluruh Kepala Sekolah Pendidikan Dasar di Kota Ambon untuk mengambil langkah nyata dan masif. Hal ini juga selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai tahun 2025 yang mewajibkan siswa membaca buku dan menulis resensi sebagai pengganti tugas LKS.

“Gerakan membaca di sekolah jangan hanya suam-suam kuku! Anak-anak sekolah di Ambon wajib membaca minimal satu buku per minggu, lalu menceritakan ulang dan merangkumnya. Sekolah juga bisa menerapkan program ‘Library Day’ setiap hari Kamis,” imbau Elly.

Selain itu, Elly mengevaluasi rendahnya capaian Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Ambon tahun 2025 yang berada pada angka 59,75 dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di angka 11,274. Menurutnya, hal ini terjadi karena dari 246 sekolah sampel, hanya 115 sekolah yang mengembalikan data.

“Di tahun 2026 ini harus ada perubahan. Sekolah dan Dinas Perpustakaan harus berkolaborasi penuh untuk mendongkrak nilai TGM dan IPLM Kota Ambon,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Elly Toisutta mengapresiasi seluruh peserta dan mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan sekadar mengejar medali, melainkan wadah mengasah potensi, keberanian, dan karakter anak untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.(LD).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *