MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 16 Juli 2025, SMK Negeri 4 Ambon terus berkomitmen menciptakan lembaga pendidikan yang unggul dan mandiri di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, baik dalam hal sistem penerimaan siswa, infrastruktur, maupun pengelolaan sumber daya manusia.

Kepala SMK Negeri 4 Ambon, Abraham W. Polnaya, S.Pd dalam keterangannya, menjelaskan bahwa sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini dilakukan secara manual dan daring.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 151 calon siswa telah mendaftar, yang terbagi ke dalam 8 program keahlian dan 10 konsentrasi keahlian berbasis teknologi.
Namun, pihak sekolah belum dapat merinci pembagian rombongan belajar (rombel) karena masih terdapat dinamika perpindahan jurusan oleh siswa dan tidak menutup kemungkinan akan adanya penambahan siswa.

Untuk mengantisipasi kesalahpahaman antara siswa dan orang tua terkait pilihan jurusan, sekolah mengambil langkah dengan memanggil orang tua guna memastikan pilihan tersebut. Hal ini penting agar tidak terjadi perbedaan persepsi yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran siswa ke depan.
Terkait Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kegiatan tersebut telah dimulai sejak hari Senin lalu dan berjalan lancar meski kepala sekolah belum sempat hadir pada hari pembukaan. Kegiatan MPLS diambil alih oleh panitia dan Wakil Kepala Sekolah selaku Pelaksana Harian (PLH).
Pada hari ini, kepala sekolah hadir untuk memberikan pemahaman langsung mengenai visi dan misi sekolah, serta mengimbau siswa agar tidak terpengaruh oleh pandangan negatif yang beredar di luar terkait SMK Negeri 4 Ambon. Siswa baru juga diharapkan agar dapat mengikuti PBM Secara baik sehingga memiliki kompetensi pada jurusan yang telah dipilih.
Dalam penjelasannya, kepala sekolah juga menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku terhadap beberapa program unggulan, termasuk program Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang tengah dipersiapkan. SMK Negeri 4 Ambon telah menghasilkan banyak produk dan jasa dalam bidang teknologi, meski belum semuanya memiliki legalitas. Dengan penerapan BLUD, sekolah berharap dapat melegalkan dan mengembangkan produk-produk hasil kreativitas siswa dan guru.
Saat ini, SMK Negeri 4 Ambon memiliki total 97 tenaga kependidikan, termasuk tenaga administrasi, guru, dan cleaning service. Sebagian besar di antaranya merupakan PNS dan P3K, sementara sisanya merupakan tenaga honorer yang dibiayai melalui BOS dan sumbangan pendidikan/komite sekolah.
Dalam hal prestasi, sekolah mencatatkan pencapaian membanggakan di bidang olahraga dengan meraih juara 1 nasional O2SN cabang karate untuk putra.
Selain itu, prestasi di bidang seni dan budaya juga terus dikembangkan melalui sanggar seni “Kamboti” yang dikelola oleh guru-guru kreatif.
Untuk kurikulum, SMK Negeri 4 Ambon menerapkan Kurikulum Merdeka yang menuntut siswa menyelesaikan pembelajaran secara tuntas.
Bagi siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan, sekolah memberikan kesempatan perbaikan dengan melibatkan orang tua dalam proses bimbingan.
Namun, siswa yang tidak aktif mengikuti proses pembelajaran selama dua hingga tiga bulan tidak langsung diberhentikan, karena sekolah tetap mengedepankan hak pendidikan bagi setiap anak.
Sementara itu, kondisi infrastruktur sekolah masih menjadi perhatian serius. Saat ini, hanya 25% gedung sekolah yang dinyatakan aman. Salah satu ruang praktik siswa untuk teknologi otomotif bahkan mengalami ambruk pada 20 Mei 2025 malam.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan perhatian dan meminta pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku guna menindaklanjuti kerusakan tersebut.
Sebagai upaya sementara, pihak sekolah bersama guru-guru secara swadaya telah melakukan perbaikan terhadap beberapa bangunan yang rusak parah. Mengingat usia bangunan yang berasal dari masa pemerintahan Belanda, kepala sekolah berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pusat untuk mendukung kelangsungan kegiatan belajar mengajar yang aman dan layak.
“Kesimpulan dan harapan saya adalah menciptakan sekolah yang unggul dan mandiri. Siswa harus berakhlak baik, kreatif, inovatif, dan pada akhirnya mampu berwirausaha. Unggul dan mandiri adalah kunci keberhasilan lulusan SMK,” ujar kepala sekolah dalam penutup keterangannya.
Dengan semangat dan kerja sama seluruh elemen sekolah, SMK Negeri 4 Ambon terus berupaya menjadi lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga mampu menghadapi tantangan zaman secara mandiri dan profesional. (*











Komentar