MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, Maluku – Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Maluku, M. Taufiq Saimima, menyuarakan dukungan penuh terhadap Gubernur Hendrik Lewarissa (HL) dan Wakil Gubernur Abdulah Vanath (AV). Ia menegaskan bahwa pemerintahan ini tetap fokus membangun negeri dan tak akan gentar menghadapi isu-isu miring yang coba mengganggu jalannya pembangunan.
> “Pemerintah HL dan AV bekerja dengan hati, bukan pencitraan. Program rumah layak huni, proyek besar Waisarisa-MIP, pembangunan rumah sakit di wilayah 3T, hingga perjuangan hak kelola laut adalah bukti nyata. Ini bukan janji politik, tapi kerja tulus untuk rakyat Maluku,” ujar Taufiq, Rabu (16/7/2025).
Kerja Senyap, Dampak Besar
Menurut Taufiq, kerja-kerja pemerintahan saat ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun fondasi yang kuat bagi Maluku masa depan. Ia menyebutnya sebagai kerja senyap berdampak besar—membangun bukan untuk dipuji, tetapi untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
> “Semua ini demi Maluku Pung Bae. Kita butuh pemimpin yang bekerja, bukan hanya bicara,” tambahnya.
🤝 Jaga Pela Gandong, Lawan Hoaks
Dalam pernyataannya, Taufiq mengajak seluruh elemen masyarakat—terutama generasi muda, aktivis LSM, OKP, dan OKPI—untuk terus menjaga nilai Pela Gandong, kearifan lokal Maluku yang menjadi perekat sosial.
> “Hoaks dan fitnah hanya akan memecah belah. Jangan mau jadi alat provokasi. Mar mari baku sayang, baku bantu, jaga Maluku pung bae,” tegasnya.
Maluku Siap Melompat ke Panggung Nasional
Pemerintah Provinsi Maluku saat ini sedang menggenjot proyek-proyek strategis berskala nasional:
✅ Maluku Integrated Port (MIP) di Seram Barat – bakal menjadi pusat logistik dan perdagangan.
✅ Program rumah layak huni – menyasar warga kecil di berbagai kabupaten.
✅ Pembangunan 5 rumah sakit di wilayah 3T – mulai 2026, akses kesehatan akan lebih merata.
✅ Perjuangan hak kelola perikanan Maluku – agar hasil laut dinikmati anak negeri, bukan investor luar.
> “Ini bukan soal fisik saja. Ini perjuangan identitas, kedaulatan, dan martabat rakyat Maluku,” kata Taufiq.
Bangkit Bersama, Tanpa Pandang Bulu
Taufiq juga menyerukan kepada masyarakat untuk tidak menjadi penghambat perubahan hanya karena dendam politik masa lalu.
> “Sudah saatnya orang Maluku berdiri di depan sebagai pemimpin, di belakang sebagai pendorong, dan di tengah sebagai penggerak. Bangun Maluku dengan hati, untuk Maluku yang maju, mandiri, dan bersinar di panggung nasional,” pungkasnya. *(








Komentar