MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon – Pemerintah Kota Ambon menggelar Safari Natal terakhir Tahun 2025 di Kecamatan Nusaniwe, bersama umat Katolik Paroki Santa Maria Bintang Laut, sebagai penutup rangkaian Safari Natal yang sebelumnya telah dilaksanakan di empat kecamatan lainnya di Kota Ambon.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin Pemerintah Kota Ambon dalam menyambut hari-hari besar keagamaan nasional, sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat lintas iman.
Wali Kota Ambon “Bodewin Wattimena” menegaskan bahwa Safari Natal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun hubungan yang lebih dekat, mempererat toleransi, serta berbagi kasih dan sukacita Natal.
“Pemerintah hadir bukan hanya untuk merayakan, tetapi untuk mendengarkan harapan masyarakat dan menyampaikan visi membangun kehidupan bersama di Kota Ambon,” tegas Wali Kota.
Menurut Wali Kota, Pemerintah Kota Ambon secara konsisten memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan seluruh umat beragama tanpa terkecuali. Tujuannya adalah memastikan setiap komunitas iman mendapat perhatian dan dukungan dalam meningkatkan iman dan ketakwaan, sekaligus memperkuat toleransi antarumat beragama.
“Penguatan kehidupan beragama secara internal akan berdampak pada hubungan eksternal antarumat beragama. Di situlah fondasi persaudaraan di Kota Ambon dibangun,” ujarnya.
Dalam momentum Safari Natal, Pemkot Ambon juga menyalurkan bantuan kasih berupa 100 paket bantuan di setiap kecamatan, sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, meskipun disadari tidak dapat menjawab seluruh kebutuhan warga.
Wali Kota mengajak umat untuk memaknai Natal secara lebih mendalam, tidak hanya melalui persiapan lahiriah seperti memperindah rumah, tetapi juga dengan mempersiapkan hati dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Percuma rumah indah menyambut Natal, tetapi kasih tidak hadir dalam keluarga. Sukacita Natal harus tercermin dalam perilaku kita, saling mengasihi, menghargai, dan hidup damai,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan pesan tegas kepada seluruh warga Kota Ambon untuk bersama-sama menjaga kota sebagai rumah bersama.
“Ambon adalah kota yang menghargai perbedaan, hak asasi manusia, perempuan dan anak, serta persaudaraan sejati. Jika Ambon kacau, maka investasi akan pergi dan lapangan kerja sulit tercipta,” tegasnya.
Wali Kota kembali mengingatkan nilai luhur kearifan lokal hidup orang basudara dan pela gandong sebagai fondasi kehidupan sosial masyarakat Ambon.
Ia mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Ambon pada tahun mendatang untuk mengundang para raja negeri dan komunitas pela gandong lintas daerah dalam kegiatan “Panas Pela Bakudapa Anak Cucu”, sebagai upaya menanamkan nilai persaudaraan kepada generasi muda.
“Anak cucu kita harus mengerti apa itu gandong, bagaimana hidup sebagai orang bersaudara,” ujarnya.
Melalui Safari Natal ini, Pemerintah Kota Ambon menegaskan kepada umat Paroki Santa Maria Bintang Laut bahwa pemerintah hadir, berjalan bersama, dan berkomitmen menjaga Ambon sebagai kota yang damai, toleran, dan sejahtera bagi semua.
Acara Safari Natal ditutup dengan doa bersama serta penyerahan bantuan kasih, dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan. (LD)








Komentar