MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, — Penunjukan tujuh staf ahli oleh Gubernur Maluku menjadi sorotan publik. Namun di tengah beragam tanggapan, apresiasi kuat datang dari tokoh aktivis muda Maluku, M. Saleh Keluan. Ia menilai langkah tersebut sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih progresif, responsif, dan terukur dalam menghadapi tantangan pembangunan di Bumi Raja-Raja.
“Ini bukan sekadar penunjukan, tapi sinyal bahwa Gubernur sadar pentingnya dikelilingi oleh pemikir-pemikir lintas bidang. Generasi muda melihat ini sebagai momen kebangkitan Maluku,” tegas Saleh dalam pernyataan tertulisnya.
Lebih jauh, Saleh menyesalkan adanya suara-suara sumbang yang diduga berasal dari pihak-pihak yang tidak menerima hasil Pilkada. Ia menyebut kritik-kritik tersebut tak lebih dari upaya menciptakan kegaduhan tanpa tawaran solusi nyata.
“Kritik itu penting, tapi jangan asal bunyi. Kalau tidak ada solusi, itu hanya kebisingan. Mari kita akhiri budaya demo tanpa arah, narasi bising tanpa isi, dan diskusi warung kopi yang cuma mutar di keluhan,” tegasnya tajam.
Ia pun menyentil kelompok yang diduga ingin ‘menunggangi’ isu untuk kembali masuk ke dalam sistem kekuasaan melalui jalur belakang.
“Kalau hanya cari panggung politik dengan menjatuhkan yang sedang bekerja, itu bukan kecerdasan. Itu manipulasi murahan. Rakyat sekarang makin cerdas menilai mana kritik murni dan mana yang sarat kepentingan pribadi.”
Saleh juga mendorong generasi muda Maluku untuk berhenti membiasakan budaya menyalahkan, dan mulai mengambil bagian dalam perubahan melalui kreativitas dan kolaborasi.
“Maluku ini kaya luar biasa, baik darat maupun laut. Sayang sekali kalau kita sibuk saling sindir, saling curiga, sementara potensi daerah kita menunggu untuk digarap. Sudah waktunya kita ubah gaya protes menjadi proposal, ubah teriakan menjadi tindakan.”
Ia menambahkan, tujuh staf ahli yang ditunjuk justru harus dijadikan mitra berpikir, bukan sasaran kecurigaan. “Mereka ini bukan penghambat. Mereka adalah mesin intelektual yang bisa mempercepat pembangunan kalau kita semua mau kerja sama,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Saleh menyerukan satu pesan sederhana namun kuat:
“Cukup sudah kritik tanpa isi. Saatnya Maluku bicara lewat karya.”














Komentar