oleh

Laut Maluku Kaya, Rakyat Harus Sejahtera: Seruan Hamza Hanubun Bangkitkan Kesadaran Kelola Emas Biru untuk Anak Negeri

-Aneka-1108 Dilihat

MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 25 Juli 2025,  Potensi laut Maluku yang luar biasa kembali menjadi sorotan. Dalam sebuah konfirmasi via WhatsApp, tokoh muda Maluku, Hamza Hanubun, menyoroti kenyataan pahit bahwa meskipun lautan Maluku kaya akan hasil ikan, keuntungan dari sumber daya itu justru lebih banyak dinikmati oleh daerah lain.

> “Ikan ditangkap di laut Maluku, nelayannya pakai KTP Maluku, tapi ikannya dikelola dan dicatat sebagai hasil dari provinsi lain. Ini ironi besar. Masyarakat Maluku hanya jadi penonton di rumah sendiri,” ujar Hamza tegas.

Menurut Hamza, sudah banyak suara dari Gubernur, Wakil Gubernur Maluku, hingga anggota DPRD RI, yang menuntut keadilan pengelolaan hasil laut. Namun, sejauh ini belum terlihat perubahan signifikan yang berdampak nyata bagi masyarakat nelayan di daerah-daerah pesisir.

Solusi: Pabrik Ikan dan BUMD Aktif

Hamza menawarkan solusi konkret: pendirian pabrik pengolahan ikan di Maluku.

> “Beta sarankan, bangun pabrik pengolahan ikan di sini. Supaya ada lapangan kerja terbuka, pengangguran berkurang, dan nilai tambah dari hasil laut kita tidak lagi dinikmati orang luar,” tambahnya.

Dengan pabrik lokal dan keterlibatan langsung BUMD, Maluku tidak hanya menjadi penyedia bahan mentah, tetapi juga bisa mengontrol dan memaksimalkan pendapatan daerah dari sektor kelautan.

Tambang vs Laut: Pelajaran dari Daratan

Hamza juga membandingkan pengelolaan laut dengan sektor tambang:

> “Kalau tambang itu mudah dilihat, dia gali, dia angkut. Tapi laut ini sering tersembunyi. Justru karena itu, kita harus ekstra hati-hati. Jangan sampai laut kita dikuras habis, kita cuma dapat buihnya,” tegasnya.

Seruan kepada Pemerintah Daerah: Bangkitkan BUMD yang Produktif

Hamza tidak ragu mengkritik peran BUMD yang selama ini menurutnya “lebih banyak makan uang negara” tanpa memberikan dampak nyata bagi rakyat.

> “BUMD jangan cuma jadi beban. Beri mereka tanggung jawab dan dorong untuk kelola sumber daya laut. Jangan sampai kita biarkan ikan-ikan kita diambil begitu saja, tanpa ada ucapan terima kasih pun kepada Maluku,” katanya lantang.

Harapan untuk Maluku: Kesejahteraan dari Laut, Bukan Luka dari Darat

Penutup dari Hamza sangat menyentuh:

> “Laut adalah masa depan kita. Kita tidak perlu menggali tanah dan merusak hutan untuk sejahtera. Laut sudah cukup memberi, tinggal kita kelola dengan bijak. Sudah saatnya emas biru Maluku dinikmati sepenuhnya oleh anak-anak negeri”. (*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *