MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 26 Juli 2025, Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting secara signifikan melalui kegiatan “Rembuk Stunting Kota Ambon Tahun 2025”, yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Drs. Bodewin Melkias Wattimena, M.Si., di Ballroom Hotel Marina Ambon, Sabtu (26/7).
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, para camat, lurah, kepala desa/negeri, tokoh agama, serta lebih dari 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kegiatan dibuka dengan doa bersama menurut keimanan Islam dan Kristen, dilanjutkan laporan panitia oleh Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Manusia dan Sosial, Laurens Sopamena, S.STP, MT. Dalam laporannya, ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan di tingkat desa dan kelurahan untuk mempercepat perbaikan layanan dasar, khususnya dalam penanganan gizi, sanitasi, dan kesehatan keluarga.
“Perluasan program dan peningkatan kualitas layanan intervensi stunting harus menyasar langsung ke wilayah prioritas, agar angka stunting dapat ditekan secara signifikan,” ujar Sopamena.

Intervensi Harus Tepat dan Terukur.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bodewin Wattimena menyampaikan bahwa saat ini terdapat 330 anak yang tercatat mengalami stunting di Kota Ambon.
Ia menekankan pentingnya intervensi langsung ke rumah tangga dengan permasalahan gizi, ekonomi, dan sanitasi, bukan sekadar program seremonial.
“Saya tidak ingin kegiatan ini hanya jadi formalitas. Saya butuh data nyata: nama anak, kondisi mereka, penyebabnya, dan intervensi apa yang sudah dilakukan. Kalau tidak bisa bersinergi, saya akan ganti semuanya,” tegasnya.
Wali Kota juga mendorong peningkatan peran aktif kader Posyandu dan PKK, serta edukasi sejak dini untuk remaja. Ia menekankan pentingnya integrasi program bantuan pangan murah dan dukungan terhadap UMKM yang menyasar langsung keluarga penderita stunting.
Target: Bersih Stunting dalam Satu Tahun.
Melalui rembuk ini, Pemerintah Kota Ambon menargetkan penurunan stunting secara drastis dan berkelanjutan. Bahkan, penganggaran khusus dalam APBD tahun 2026 telah direncanakan untuk mendukung langkah-langkah nyata di lapangan.
“Program yang dibuat harus menyentuh langsung jantung persoalan. Jangan muluk-muluk, tapi harus tepat sasaran,” tutup Wali Kota.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal konsolidasi dan sinkronisasi lintas sektor dalam membentuk kebijakan yang responsif dan terukur, demi masa depan anak-anak Ambon yang lebih sehat dan berkualitas. (LD)








Komentar