MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 13 November 2025 — Ajang “Lomba Bertutur Cerita Nusantara” tahun ini mencatat peningkatan signifikan dalam kualitas penampilan para peserta. Hal itu disampaikan oleh salah satu juri, Rudolf Wattimena, S.Pd., M.A.”, usai kegiatan literasi yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada Balai Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon.
Menurut Watimena, penilaian dalam lomba bertutur tahun ini mencakup beberapa aspek penting, mulai dari “penampilan”, “penguasaan materi”, hingga aspek gabungan seperti “penyelesaian cerita, dinamika, modulasi suara, dan artikulasi”.
“Peserta dinilai tidak hanya dari teknik bercerita, tapi juga dari kesiapan psikologis mereka dalam menuturkan kisah dengan percaya diri,” ujarnya.
Watimena menjelaskan, tahun ini peserta diberikan kebebasan untuk memilih “cerita rakyat dari seluruh Nusantara”, tidak terbatas hanya pada cerita rakyat Maluku seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Jadi tahun ini lebih menarik karena variasi cerita dan genre-nya beragam, ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan daerah lain,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa peserta diberi waktu sekitar satu minggu untuk persiapan, termasuk mengikuti “workshop” yang membekali mereka dengan teknik bertutur dan pengelolaan rasa percaya diri sebelum tampil di hadapan juri.
“Yang terpenting adalah bagaimana peserta mampu menaklukkan rasa takut dan ketidakpercayaan diri sebelum tampil. Itu kunci utama menjadi penutur yang baik,” tegasnya.
Dalam wawancara tersebut, Watimena turut mengungkapkan bahwa dirinya bersama dua juri lainnya telah dipercaya menilai lomba ini selama enam tahun berturut-turut. Tiga juri tersebut masing-masing berasal dari “Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi”, “akademisi Fakultas Hukum Universitas Pattimura” yang juga pakar psikologi anak, serta dirinya sendiri yang merupakan “akademisi dan praktisi public speaking”.
“Setiap tahun ada progres yang signifikan. Peserta dan guru pendamping selalu belajar dari catatan evaluasi yang kami berikan, dan hasilnya terlihat jelas saat mereka tampil. Mereka mampu menerapkan instruksi yang disampaikan,” tutup Watimena. (*














Komentar