MM.COM, POLDA MALUKU– Komitmen Polri dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan bebas dari perilaku menyimpang terus diperkuat melalui setiap tahapan rekrutmen. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Polda Maluku melaksanakan Wawancara Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) terhadap peserta Seleksi Penerimaan Tamtama Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026 guna memastikan setiap calon Bhayangkara memiliki rekam jejak moral, ideologi, dan kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Maluku, Senin (22/6/2026), dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K., selaku Ketua Bidang PMK Panitia Daerah (Panda) Maluku. Sebanyak 27 peserta calon Tamtama Polri yang telah lolos tahapan sebelumnya mengikuti proses wawancara secara mendalam.
Tahapan PMK merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem rekrutmen Polri untuk menelusuri latar belakang peserta, integritas pribadi, rekam jejak sosial, pemahaman kebangsaan, hingga potensi perilaku yang dapat berdampak terhadap pelaksanaan tugas kepolisian di masa mendatang.
Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K., menegaskan bahwa seleksi PMK tidak hanya bertujuan mengukur aspek kepribadian peserta, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk mencegah masuknya individu yang berpotensi memiliki perilaku menyimpang ke dalam institusi Polri.
Kami tidak hanya mencari peserta yang sehat secara fisik dan memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga calon Bhayangkara yang memiliki integritas, loyalitas kepada bangsa dan negara, serta rekam jejak yang baik. Tahapan PMK menjadi instrumen penting untuk memastikan tidak ada individu yang berpotensi mencederai marwah institusi Polri di masa depan,” tegas Kombes Pol Indera Gunawan.
Menurutnya, proses wawancara dilakukan secara objektif dan profesional dengan menggali berbagai aspek kepribadian peserta guna memastikan bahwa calon anggota Polri yang terpilih benar-benar siap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang dapat dipercaya.
“Polri membutuhkan generasi Bhayangkara yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral dalam pelaksanaan tugas,” tambahnya.
Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku selaku Ketua Panitia Daerah Penerimaan Polri Tahun Anggaran 2026, Kombes Pol Jemi Junaidi, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara konsisten dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) serta Clean and Clear.
“Penerimaan anggota Polri merupakan investasi strategis organisasi untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul yang akan menjadi wajah Polri di masa depan. Karena itu seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan dan kualitas dirinya,” ujar Kombes Pol Jemi Junaidi.
Untuk menjamin objektivitas pelaksanaan seleksi, jalannya wawancara PMK diawasi secara ketat oleh Tim Pengawas Internal yang terdiri dari personel Itwasda Polda Maluku dan Bid Propam Polda Maluku serta pengawas eksternal.
Selain itu, seluruh tim penguji diingatkan untuk menjalankan tugas secara profesional, jujur, independen, dan berintegritas guna memastikan setiap keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan hasil penilaian yang objektif.
Tahapan PMK menjadi bagian penting dari strategi Polri dalam memperkuat kualitas rekrutmen personel sejak dini. Melalui proses penyaringan yang ketat dan berlapis, Polri berupaya memastikan bahwa setiap calon anggota yang diterima merupakan individu terbaik yang memiliki kompetensi, integritas, moralitas, serta komitmen kuat dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan pelaksanaan seleksi yang bersih dan transparan, Polda Maluku optimistis dapat melahirkan Bhayangkara muda yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian modern dalam mendukung terwujudnya Polri Presisi serta visi Indonesia Emas 2045.








Komentar