MM.COM, POLDA MALUKU — Memasuki hari ketiga program Taruna Bhakti akademi Kepolisian di Sekolah Rakyat, lima Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri kembali hadir langsung di tengah para siswa di Panti Sosial Bina Remaja Hiti Hiti Hala Hala, Ambon, Rabu (5/8/2026).
Kehadiran para Taruna Akpol kali ini tidak sekadar memberikan pelatihan fisik, tetapi difokuskan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian dan keterampilan hidup (life skills) sebagai bekal penting bagi para siswa dalam menjalani pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 85 siswa-siswi Sekolah Rakyat tingkat Menengah Atas (SMA) kelas XI mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka berinteraksi langsung dengan lima Taruna Akpol yang ditugaskan memberikan pembinaan, yakni Brigadir Kepala Taruna Sultan Pasha Ramadhan, Brigadir Kepala Taruna Andika Thariq Siraj Simatupang, Brigadir Kepala Taruna Achmad Rasya Rifai, Brigadir Kepala Taruna Teuku Satria Nurkholid, dan Brigadir Kepala Taruna Narendra Darma Salman Soumena.
Dalam kegiatan tersebut, para Taruna didampingi Dosen Madya Akpol Lemdiklat Polri AKBP Indra Heryanto, S.S., M.H., bersama Wakapolsek Leihitu IPDA Johanis Darmapan, S.Tr.I.K., serta para guru pendamping.
Hari ketiga pembinaan dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya disiplin, tanggung jawab, kekompakan dan kemandirian.
Salah satu materi utama adalah Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Melalui latihan tersebut, siswa dibiasakan mengikuti instruksi dengan tepat, menjaga kekompakan, membangun konsentrasi serta memahami pentingnya disiplin dalam mencapai tujuan bersama.
Namun, pembinaan tidak berhenti pada latihan PBB.
Para Taruna Akpol juga memberikan materi kemandirian dan kerapian yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Para siswa diajarkan cara melipat pakaian dengan baik serta merapikan tempat tidur, mulai dari memasang sprei, menata selimut hingga merapikan sarung bantal.
Keterampilan sederhana tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup yang tertib sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, para Taruna juga membagikan pengalaman selama menjalani pendidikan di lingkungan Resimen Korps Taruna Akpol Lemdiklat Polri.
Pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa bahwa keberhasilan membutuhkan proses, disiplin, konsistensi dan kemauan untuk terus belajar.
Para Taruna tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga berusaha menjadi contoh langsung mengenai bagaimana kedisiplinan dan kemandirian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut membuat proses pembinaan berlangsung lebih interaktif. Para siswa mendapatkan kesempatan belajar melalui praktik sekaligus berinteraksi langsung dengan figur yang sedang menjalani pendidikan untuk menjadi calon perwira Polri.
Bangun Kepercayaan Diri dan Semangat Pantang Menyerah
Suasana kegiatan semakin hidup melalui sesi motivasi dan yel-yel penyemangat yang dipandu langsung oleh para Taruna Akpol.
Sesi tersebut diarahkan untuk membangun rasa percaya diri, keberanian, kekompakan dan semangat para siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
“Melalui program bimbingan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian dan semangat pantang menyerah kepada adik-adik siswa Sekolah Rakyat. Semoga apa yang kami ajarkan hari ini dapat menjadi bekal positif dalam membentuk karakter mereka ke depan,” ujar salah satu Taruna Akpol.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat tinggal mereka.
Kegiatan hari ketiga ini sekaligus memperlihatkan pendekatan Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Kehadiran Taruna Akpol di Sekolah Rakyat menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai positif seperti disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama dan kepemimpinan secara langsung kepada para siswa.
Pendekatan edukatif tersebut menempatkan Taruna bukan hanya sebagai peserta didik di lembaga pendidikan Kepolisian, tetapi juga sebagai role model bagi generasi muda.
Melalui interaksi langsung, para siswa dapat melihat bahwa disiplin bukan sekadar aturan yang harus ditaati, melainkan kebiasaan yang dapat membentuk karakter dan menentukan keberhasilan seseorang di masa depan.
Sebanyak 85 siswa-siswi mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan penuh semangat. Mereka tampak antusias saat mengikuti latihan PBB, praktik kemandirian dan kerapian, hingga sesi motivasi serta yel-yel.
Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif, interaktif dan penuh keceriaan. Para siswa mengikuti setiap instruksi yang diberikan hingga seluruh rangkaian kegiatan hari ketiga berjalan tertib, aman dan lancar.
Program pembinaan yang dilakukan Taruna Akpol ini diharapkan dapat memberikan pengalaman positif sekaligus membangun kebiasaan baik bagi para siswa Sekolah Rakyat.
Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, kehadiran Taruna Akpol di Ambon menjadi bagian dari upaya menanamkan karakter kuat, disiplin, kemandirian dan keterampilan hidup kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi masa depan.
Melalui pendidikan karakter yang dilakukan secara langsung dan humanis, Polri menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk mengambil bagian dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh, percaya diri, mandiri dan memiliki semangat untuk meraih cita-cita. (*








Komentar