MM.COM, AMBON, – Pemerintah Kota Ambon secara resmi memulai tahapan krusial dalam memperkuat struktur birokrasinya. Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ambon tahun 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Ambon, “Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si”, bertempat di Lantai 5 Manise Hotel, Senin (27/04/2026).
Acara yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari (27-28 April) ini menjadi sorotan publik karena posisi Sekda merupakan jabatan karir tertinggi ASN yang akan menjadi “tulang punggung” administrasi dan pembangunan di Kota Manise.
Dalam laporannya, Sekretaris Pansel yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, “Selly S.P. Kalahatu”, menyampaikan bahwa terdapat “empat kandidat” yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan kesehatan. Keempat figur ini antara lain :
1. “Elias Asprie B. Gaspersz” (Kadis Lingkungan Hidup),
2. “Steven Dominggus” (Kepala BKPSDM),
3. “Roby Sapulette” (Plt. Sekot).
4. “Richard Luhukay”, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), mereka akan menjalani rangkaian assesmen kompetensi secara mandiri dan profesional oleh tim asesor dari Kementerian Dalam Negeri RI serta tim panitia seleksi (Pansel) yang terdiri dari akademisi dan profesional.
“Kegiatan ini adalah implementasi dari program prioritas ke-12 Pemkot Ambon, yaitu Penataan Birokrasi yang Capable, Handal, dan Bersih dari KKN,” tegas Selly.
Saat memberikan sambutan, WaliKota Ambon “Bodewin Wattimena” memberikan penekanan keras terkait integritas proses seleksi. Ia mengingatkan para peserta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak mencoba melakukan tekanan politik melalui pihak luar.
“Tunjukkan kualitas Saudara di hadapan tim seleksi. Hindari menggunakan tangan-tangan orang lain untuk menekan Wali Kota. Jika itu dilakukan, saya pastikan orang tersebut adalah yang pertama tidak akan jadi Sekretaris Kota,” tegas Bodewin di hadapan para hadirin.
Beliau menambahkan bahwa Sekda adalah motor penggerak birokrasi. Sosok yang terpilih nantinya harus mampu mengubah “zona merah” pengelolaan keuangan daerah menjadi zona bersih tanpa temuan, serta mampu memangkas alur birokrasi yang selama ini dinilai terlalu berbelit-belit.
Menariknya, sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi, Pemkot Ambon menyiarkan seluruh proses pemaparan makalah secara langsung melalui kanal YouTube resmi pemerintah. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menilai secara langsung kapasitas para calon pemimpin birokrasi mereka.
Kredibilitas seleksi ini diperkuat dengan hadirnya tokoh-tokoh berkompeten dalam Tim Pansel, di antaranya:
– Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU.(Ketua Tim)
– Prof. Ir. Yusuf Lewakabesi, MS.
– Dr. Markus Papilaya, SE., M.Si.
– Serta sederet akademisi berpengaruh lainnya.
Pembukaan seleksi ini ditandai dengan pemukulan Tifa oleh Wali Kota yang didampingi oleh jajaran Forkopimda Kota Ambon. Bodewin berharap, melalui proses yang objektif ini, akan lahir sosok Sekda yang “Right Person on the Right Place” demi mewujudkan visi Ambon yang inklusif, toleran, dan maju. (LD)













Komentar