MM.COM, AMBON, – Usai resmi mengumumkan nama “Robert Sapulette” sebagai Sekretaris Kota (Sekot) Ambon terpilih, Wali Kota Ambon, “Bodewin Wattimena”, membeberkan alasan mendalam di balik keputusan tersebut. Rekam jejak Sapulette yang sudah menakhodai birokrasi sebagai Penjabat (Pj) Sekda menjadi modal kuat.
Hal ini disampaikan Bodewin kepada awak media di Ruang Rapat Vlesingen, Balai Kota Ambon, Kamis (16/7/2026).
Komitmen Transparansi di Mata Publik.
Bodewin menegaskan sejak awal bahwa proses pengisian jabatan tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkot Ambon ini dilakukan dengan keterbukaan penuh. Pemerintah kota tidak ingin ada yang ditutup-tupi dari masyarakat.
“Mengikuti seluruh aturan yang berlaku, mekanisme yang telah diatur, dan satu hal yang luar biasa adalah kita berupaya untuk melakukannya secara transparan ke publik. Makanya dari proses ke proses semuanya diketahui oleh publik,” tegas Bodewin kepada wartawan.
Ia menambahkan, keterbukaan ini sengaja dirancang agar figur yang keluar sebagai pemenang adalah mereka yang benar-benar teruji dari segala aspek.
“Harapan kita adalah yang terpilih sebagai sekretaris daerah adalah yang benar-benar memiliki kemampuan, kapasitas, dan kapabilitas,” lanjutnya.
Modal Dua Tahun Jadi Pj Sekda.
Bukan rahasia lagi jika “Robert Sapulette” bukanlah orang baru dalam posisi ini. Statusnya yang telah mengabdi cukup lama sebagai Penjabat Sekda menjadi poin krusial dalam penilaian akhir kepala daerah.
“Dengan mempertimbangkan semua hal termasuk hasil seleksi dan hasil asesmen, maka kita memilih Saudara
“Robert Sapulette” sebagai Sekretaris Daerah Kota Ambon. Beliau menjadi penjabat sekretaris daerah kota Ambon cukup lama ya, dua tahun mungkin,” ungkap Wali Kota.
Dengan status definitif yang kini disandang Sapulette, Bodewin menuntut adanya peningkatan performa kerja yang jauh lebih progresif. Skema kerja administrasi dan koordinasi tidak boleh lagi ada sumbatan.
“Kita berharap dengan definitif beliau bisa lebih maksimal lagi dalam menjalankan tugas, terutama menjadi perpanjangan tangan dari wali kota dan wakil wali kota untuk melaksanakan tugas-tugas administratif pemerintahan di Kota Ambon,” tambahnya.
Target Besar: Eksekusi Kebijakan untuk Ambon Lebih Baik.
Bagi Bodewin, jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif murni, melainkan motor penggerak roda birokrasi secara keseluruhan. Ia berharap Sapulette mampu menjaga ritme kerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Karena roda birokrasi ini harus dikerahkan terus dan itu dikoordinir oleh sekretaris daerah. Kita berharap seperti itu supaya apa? Supaya kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh wali kota dan wakil wali kota terimplementasi secara baik untuk Ambon yang lebih baik,” pungkas Bodewin menyudahi sesi wawancara.
Dengan berakhirnya teka-teki pengisian jabatan Sekda ini, kini publik Ambon tinggal menunggu hari pelantikan resmi guna melihat gebrakan baru dari kepemimpinan birokrasi yang telah sah didefinitifkan tersebut.(LD).








Komentar