oleh

Yayasan Arika Mahina dan Dinas Pendidikan Perkuat Literasi dan Numerasi Anak melaluai Program Pembelajaran Berbasis Digital dengan Aplikasi Sekolah Enuma

MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 20 Agustus 2025, Transformasi pendidikan di Kota Ambon terus mengalami kemajuan signifikan. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya secara resmi “Pelatihan Pembelajaran Berbasis Digital Sekolah Enuma”, sebuah inisiatif dari “Yayasan Arika Mahina” yang bekerja sama dengan “Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon”, “The HEAD Foundation”, dan “Sekolah Enuma Indonesia”, digelar di aula Amaris hotel.

Pelatihan ini merupakan bagian dari “siklus keempat” program pembelajaran digital berbasis aplikasi Sekolah Enuma, yang telah dijalankan sejak tahun 2022. Pelatihan hari ini yang diikuti oleh 40 peserta dari 10 sekolah dikota Ambon, antara lain 8 sekolah dasar, dan 2 sekolah PAUD yang menjadi titik awal pendampingan intensif yang akan dilakukan oleh tim Arika Mahina di masing-masing sekolah selama tahun ajaran 2025/2026.

Sekolah Enuma: Belajar Sambil Bermain untuk Literasi dan Numerasi Anak

Aplikasi “Sekolah Enuma” dirancang untuk meningkatkan kemampuan “literasi dan numerasi siswa usia dini”, termasuk kelas rendah sekolah dasar.

Aplikasi ini menggabungkan “tiga mata pelajaran utama”:
-Bahasa Indonesia -Matematika, dan -Bahasa Inggris, dalam bentuk yang menarik dan interaktif.

“Anak-anak belajar secara mandiri melalui aplikasi ini. Mereka menyelesaikan level demi level seperti bermain game, mendapat bintang, hadiah, dan reward. Ini adalah metode belajar yang menyenangkan tapi tetap mendidik,” jelas “Ruth Saiya, M.Si”, Direktur Yayasan Arika Mahina.

Model pembelajaran ini tidak hanya menarik, tetapi juga terbukti efektif meningkatkan ketertarikan anak terhadap pelajaran dan membangun kompetensi dasar mereka secara bertahap.

Program Pinjam Tablet: Solusi Akses Digital untuk Sekolah-Sekolah

Dalam kegiatan ini, Yayasan Arika Mahina juga meluncurkan “program peminjaman tablet” kepada sekolah-sekolah yang belum memiliki perangkat digital sendiri. Tablet tersebut akan digunakan secara khusus untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran menggunakan aplikasi Sekolah Enuma.

“Dalam siklus keempat ini, kami meminjamkan tablet kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan, agar tidak ada anak yang tertinggal dari kemajuan teknologi pembelajaran,” ujar Ruth.

Tablet yang dipinjamkan terdiri dari “perangkat baru” dan “perangkat layak pakai” yang sebelumnya telah digunakan sekolah-sekolah lain. Yayasan berharap seluruh pihak dapat menjaga dan merawat tablet tersebut agar bisa terus dimanfaatkan, bahkan setelah program berakhir.

Salah satu contoh sukses dari program ini adalah “SD Negeri 70 Ambon”, yang telah menggunakan tablet selama hampir tiga tahun dan menjadi percontohan dalam integrasi teknologi digital dalam pembelajaran.

Peserta Pelatihan dan Lokasi Implementasi

Selain dari 10 sekolah dikota Ambon, terdapat dua sekolah tambahan di luar kota, yakni dari wilayah “Saparua, Maluku Tengah (SD Negeri 260 dan SD 292)”, yang akan melaksanakan pelatihan terpisah.

Setelah pelatihan awal ini, “pendampingan lebih intensif akan dilakukan langsung di sekolah masing-masing”, difokuskan pada guru-guru pendamping kelas yang akan mengimplementasikan Sekolah Enuma.

Sambutan dan Arah Kebijakan Pendidikan Digital

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon Drs. F.F. Tasso, M.Si menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam penguatan literasi, numerasi, dan keterampilan abad ke-21.

“Ke depan, mata pelajaran seperti coding dan artificial intelligence akan menjadi bagian dari kurikulum wajib pada tahun 2027. Hari ini kita harus mempersiapkan anak-anak kita menghadapi tantangan global melalui pembelajaran digital,” tegas beliau.

Namun demikian, Kepala Dinas juga mengingatkan pentingnya “pengawasan terhadap penggunaan gadget”, agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak.

“Gadget penting, tetapi harus digunakan dengan bijak dan untuk tujuan pembelajaran. Kita harus belajar dari negara-negara seperti Singapura, Australia, hingga Eropa yang mulai membatasi penggunaan gadget dan media sosial di kalangan pelajar,” lanjutnya.

Kebijakan pembatasan gadget di sekolah bahkan telah mendapat “dukungan dari Pemerintah Kota Ambon”, yang dalam waktu dekat akan menerbitkan surat edaran resmi terkait pengelolaan penggunaan perangkat digital di lingkungan sekolah.

Mendorong Pemanfaatan LMS dan Perubahan Pola Pikir Digital

Melalui pelatihan ini, para guru juga diperkenalkan pada pemanfaatan “Learning Management System (LMS)” untuk mendukung pengelolaan kelas digital. Transformasi ini, menurut Kepala Dinas, tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga perubahan pola pikir pendidik dan orang tua.

“Transformasi digital adalah soal cara pikir. Bagaimana kita membimbing anak-anak menggunakan teknologi untuk belajar, bukan hanya untuk hiburan atau permainan,” tutupnya.

Menuju Pendidikan Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan

Program ini mencerminkan komitmen bersama antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan mitra internasional untuk menciptakan “sistem pendidikan digital yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan zaman”.

Kota Ambon kini menjadi salah satu wilayah yang secara aktif mengembangkan pendekatan teknologi dalam dunia pendidikan, membuka jalan bagi anak-anak Maluku untuk tumbuh sebagai generasi yang melek digital, cerdas, dan berdaya saing global. (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *