MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 20 Oktober 2025 – Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si. memberikan arahan penting kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka persiapan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta optimalisasi pelaksanaan program sosial dan pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan pentingnya seluruh OPD menyiapkan data secara lengkap dan transparan mulai dari 1 Januari hingga 30 September 2025. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pemeriksaan pendahuluan oleh BPK pada Februari 2026.
“Kalau data-data itu tidak kita masukkan, maka pemeriksaan bisa terhambat dan berimplikasi terhadap opini laporan keuangan kita tahun 2026. Saya minta kepada Bapak-Ibu sekalian untuk mempersiapkan seluruh data dengan baik,” tegas Wali Kota.
Ia juga meminta seluruh penanggung jawab kegiatan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya tepat waktu, mengingat batas efektif kegiatan hanya tersisa sekitar satu setengah bulan hingga pertengahan Desember.
Target Pendapatan Harus Realistis dan Bertanggung Jawab
Terkait penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, Wali Kota menekankan agar OPD pengumpul pendapatan menyampaikan target yang realistis dan tidak melebih-lebihkan dari kemampuan riil.
“Jika target pendapatan tidak tercapai, itu akan menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja OPD pengumpul. Maka dari itu, sampaikan target yang realistis dan berdasarkan kemampuan lapangan,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang bagi OPD yang memiliki inovasi dalam peningkatan pendapatan untuk menyampaikan ide kepada kepala daerah agar dapat diakomodir dalam perencanaan APBD 2026.
Kepedulian Sosial terhadap Warga Rentan dan Disabilitas
Dalam kegiatan penyaluran bantuan sosial dari APBD Kota Ambon 2025, Wali Kota menyampaikan komitmen pemerintah kota dalam memberikan perhatian khusus bagi warga kurang mampu, termasuk penyandang disabilitas.
“Kita ingin semua warga kota mendapat perhatian, termasuk mereka yang berada di bawah garis kemiskinan dan para penyandang disabilitas. Bantuan seperti kursi roda dan tongkat ini adalah wujud kepedulian pemerintah,” kata Wali Kota.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi dengan Kementerian Sosial yang telah menyalurkan bantuan ke beberapa desa di Ambon.
Perhatian untuk ASN Perantau di Ambon
Wali Kota turut mengingatkan kepada para kepala OPD agar memperhatikan keberadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berasal dari luar daerah dan tinggal di Ambon, termasuk memastikan mereka mendapatkan tempat tinggal yang layak.
“Kita pernah kehilangan salah satu ASN dari luar daerah karena kurang perhatian. Ini harus jadi pelajaran bagi kita semua. Tugas kita adalah menjamin bahwa semua ASN yang bertugas di Ambon merasa aman dan nyaman,” jelasnya.
Mengakhiri arahannya, Wali Kota menekankan kembali pentingnya keterbukaan dan kerja sama dalam menghadapi pemeriksaan BPK, serta komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan pelayanan sosial di Kota Ambon.
“Kita ingin agar penilaian audit BPK terhadap laporan keuangan Pemkot Ambon tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Mari bekerja maksimal untuk kota Ambon yang kita cintai,” pungkasnya. (LD)














Komentar