MM.COM, POLDA MALUKU – Sebuah unggahan viral di media sosial tentang kondisi memprihatinkan keluarga kurang mampu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, berujung pada aksi kemanusiaan nyata yang dilakukan Kepolisian Resor Seram Bagian Timur. Berangkat dari informasi yang beredar di ruang digital, Polres SBT bergerak cepat melakukan verifikasi lapangan hingga akhirnya merealisasikan program bedah rumah bagi keluarga yang selama bertahun-tahun hidup dalam hunian tidak layak.
Keluarga tersebut adalah pasangan Bahrum Ohoirat dan Hasti Sula bersama delapan anak mereka yang selama ini tinggal di sebuah gubuk sederhana berukuran sekitar 3 x 3 meter di Desa Bula. Rumah yang mereka tempati hanya beratapkan seng tua dan terpal yang telah berulang kali ditambal untuk menahan rembesan air hujan.
Menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial, Kapolres Seram Bagian Timur AKBP Alhajat, S.I.K., segera memerintahkan jajaran Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Hasil verifikasi menunjukkan kondisi yang jauh lebih memprihatinkan dibandingkan yang terlihat dalam unggahan media sosial. Sepuluh anggota keluarga harus hidup berdesakan dalam satu ruangan sempit yang tidak memenuhi standar kelayakan hunian.
“Informasi awal kami peroleh dari media sosial. Setelah dilakukan verifikasi oleh anggota Bhabinkamtibmas, ternyata kondisi keluarga ini memang sangat memerlukan perhatian dan bantuan. Bahkan fakta di lapangan lebih memprihatinkan daripada yang beredar di media sosial,” ujar Kapolres SBT AKBP Alhajat.
Menyaksikan langsung kondisi tersebut, Kapolres bersama jajaran personel Polres SBT memutuskan untuk mengambil langkah nyata. Tanpa menggunakan anggaran program khusus, para personel secara sukarela mengumpulkan donasi internal guna membangun rumah yang lebih layak bagi keluarga tersebut.
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong. Personel Polres SBT turun langsung mengangkut material dan mengerjakan pembangunan hingga rumah baru selesai dibangun dan siap dihuni.
“Hati kami tersentuh ketika melihat langsung kondisi keluarga ini. Delapan anak harus hidup dan beristirahat dalam ruang yang sangat sempit. Atas dasar kemanusiaan, seluruh personel berinisiatif membantu melalui donasi sukarela untuk membangun rumah yang lebih layak,” kata AKBP Alhajat.
Menurutnya, program bedah rumah tersebut menjadi yang pertama kali dilaksanakan secara mandiri oleh Polres SBT dengan sumber pembiayaan berasal dari kepedulian dan swadaya personel.
“Ini bukan sekadar pembangunan rumah, tetapi wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat. Kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sosial yang dihadapi warga,” tegasnya.
Hampir setengah dari total personel Polres SBT terlibat langsung dalam proses pembangunan rumah tersebut hingga selesai.
“Alhamdulillah rumah ini berhasil diselesaikan dengan baik. Kami berharap rumah yang baru ini dapat memberikan kenyamanan, rasa aman, dan menjadi tempat tumbuh yang lebih baik bagi anak-anak untuk meraih masa depan mereka,” tambah Kapolres.
Di balik pembangunan rumah tersebut tersimpan kisah perjuangan panjang keluarga Bahrum Ohoirat. Sejak tahun 2021 mereka menetap di Desa Bula setelah berpindah dari Desa Sumber Agung demi mendukung pendidikan anak-anak mereka.
Setiap musim hujan, keluarga ini harus menghadapi ancaman air yang masuk ke dalam rumah akibat kondisi atap terpal yang rusak. Seluruh anggota keluarga terpaksa berbagi ruang sempit untuk tidur dan beraktivitas sehari-hari.
Hasti Sula mengaku tidak pernah membayangkan keluarganya akan memiliki rumah yang layak. Dengan penghasilan terbatas dari berjualan kelapa dan pekerjaan serabutan sang suami, mereka selama ini hanya berupaya memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan delapan anak mereka.
“Kalau hujan, air selalu masuk ke dalam rumah. Anak-anak semua tidur di satu ruangan yang sempit. Saya dan suami sering tidur di ruang depan yang sangat terbatas. Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh anggota Polres SBT yang sudah membantu keluarga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi masa depan anak-anak kami,” ungkap Hasti dengan haru.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menilai langkah yang dilakukan Polres SBT merupakan implementasi nyata transformasi Polri yang Presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Peristiwa ini menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan kepedulian dan solusi atas persoalan kemanusiaan yang mereka hadapi. Apa yang dilakukan Polres Seram Bagian Timur merupakan contoh nyata bagaimana informasi yang berkembang di ruang digital dapat direspons secara cepat, tepat, dan diwujudkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Rositah Umasugi.
Kabid Humas menambahkan bahwa semangat gotong royong yang ditunjukkan personel Polres SBT menjadi bukti bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui pengabdian sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
“Polda Maluku memberikan apresiasi kepada Kapolres dan seluruh personel Polres SBT yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa. Ini adalah cerminan Polri yang bekerja dengan hati, membangun kepercayaan publik melalui tindakan nyata, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan berdirinya rumah baru tersebut, keluarga Bahrum Ohoirat kini memiliki harapan baru. Delapan anak yang selama ini tumbuh dalam keterbatasan akhirnya dapat menikmati tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk melanjutkan pendidikan serta menggapai masa depan yang lebih baik.














Komentar