oleh

Ubah Sampah Jadi Cuan! Klasis Pulau Ambon, DLHP, dan PT MLA Sisir Jemaat Borong Sampah Plastik

MM.COM, AMBON — Aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendongkrak perekonomian warga kembali dibuktikan oleh Klasis GPM Pulau Ambon. Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon serta PT MLA, aksi pembelian sampah plastik tahap kedua sukses digelar secara masif pada Jumat (18/9).

Tak tanggung-tanggung, aksi keliling (mobile) ini menerapkan sistem “jemput bola” dengan armada yang menyisir seluruh titik jemaat di wilayah Klasis Pulau Ambon sejak pukul 07.00 hingga 16.00 WIT. Tim gabungan bergerak langsung mendatangi lokasi-lokasi penimbangan untuk membeli sampah plastik yang telah dipilah mandiri oleh warga dari rumah.

Operasi jemput bola ini diawali dari Kantor Klasis, kemudian menyisir Jemaat OSM dan Nehemia, dilanjutkan ke Seri dan Waimahu, hingga menjangkau kawasan Airlouw dan Latuhalat. Pergerakan tim berlanjut menuju Kayeli dan Amahusu, serta kawasan Bethesda dan Pniel Bentas, TVRI dan Sumber Kasih (termasuk Pancaran Kasih dan Bukit Zaitun), hingga Kezia & Eden Sinar, berakhir di lokasi Sersing, Rehoboth kantor Klasis.

Kepala DLHP Kota Ambon, “Apries Gaspersz”, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini bukan sekadar agenda pembersihan biasa, melainkan momentum edukasi perubahan perilaku masyarakat secara luas.

“Pembelian tahap kedua ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran kolektif warga jemaat di Klasis Pulau Ambon dalam memilah sampah dari rumah sudah terbangun kuat. Sampah yang dulunya dianggap masalah, kini terbukti punya nilai ekonomis yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Apries Gaspersz saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Sabtu (19/9).

Metode operasional yang terstruktur dan menjangkau hingga ke basis jemaat ini terbukti ampuh meningkatkan partisipasi warga. Hadirnya fasilitas penjemputan langsung di titik-titik kumpul membuat warga kian antusias mengolah sampah plastik rumah tangga menjadi nilai tambah ekonomi.

Sinergi strategis antara lembaga keagamaan, pemerintah daerah, dan pihak swasta ini diharapkan terus berlanjut menjadi ‘pilot project’ pengelolaan sampah berbasis komunitas yang konsisten, demi mewujudkan gerakan bersama “Ambon Bersih, Jaga Bersama.”(LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *