oleh

Tegas dan Sigap! Lantamal IX Ambon Pimpin Barisan Penjaga Laut Maluku Lewat Latihan SAR Laut 2025

MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 6 Agustus 2025 – Di bawah langit biru Teluk Ambon yang tenang, gelombang semangat juang menggema dari para prajurit laut dan relawan kemanusiaan. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon memimpin Latihan Manuver Lapangan (Manlap) Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Laut 2025, sebagai wujud kesiapsiagaan total dalam menjaga nyawa dan kedaulatan di perairan Maluku.

Latihan digelar pada Selasa (5/8) dengan titik pusat di Mako Lantamal IX dan perairan strategis Teluk Ambon. Wakil Komandan Lantamal IX (Wadanlantamal IX) mewakili Komandan Lantamal IX, Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M., memimpin langsung jalannya latihan yang sarat makna ini, sebuah simulasi medan laga yang menuntut ketangkasan, keberanian, dan ketulusan dalam menyelamatkan sesama.

“Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga laut, tapi sebagai garda terdepan penyelamat bangsa di tengah badai dan gelombang. Latihan ini adalah bentuk kesiapan total menghadapi situasi darurat, demi keselamatan setiap nyawa di lautan Indonesia,” ujar perwakilan Lantamal IX dengan tegas.

Latihan ini bukan hanya rutinitas militer. Ini adalah panggilan jiwa. Dengan melibatkan kekuatan gabungan dari Polda Maluku, Basarnas Ambon, KSOP, PMI, dan Dinas Kesehatan Kota Ambon, latihan ini menjelma menjadi simbol kolaborasi antarinstansi yang kokoh dan terpadu, benteng sinergi untuk melindungi laut Nusantara.

Para peserta dididik dan diuji dengan skenario mendekati kenyataan: dari evakuasi korban kecelakaan laut, penanganan medis di tempat, hingga koordinasi taktis antar unit dalam tekanan waktu dan situasi ekstrem. Tak hanya otot dan alat utama sistem senjata yang digerakkan, tapi juga nurani kemanusiaan yang dibangkitkan.

Dengan latihan ini, Lantamal IX ingin memastikan bahwa tidak ada insiden laut yang luput dari respons cepat, tidak ada jeritan korban yang tak dijawab dengan aksi nyata. Ini adalah bukti bahwa Indonesia tidak pernah lengah, dan Ambon berdiri di garis depan pengabdian itu.

“Ini bukan sekadar latihan. Ini adalah semangat juang kami, semangat untuk mengabdi, menyelamatkan, dan menjaga Tanah Air dari sisi laut. TNI AL bersama seluruh elemen bangsa akan terus hadir di setiap gelombang ancaman,” tegas Dispen Lantamal IX.

Di balik setiap peluit tanda mulai dan sirine darurat yang menggema, ada tekad membara: “Laut adalah nafas negeri, dan kami adalah penjaganya” (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *