MM.COM, AMBON, – Pemerintah Kota Ambon tengah menyiapkan langkah strategis untuk merevolusi sistem pengelolaan sampah di wilayahnya. Tidak lagi sekadar mengandalkan teknologi canggih, kunci utama Ambon bersih kini diletakkan pada kesadaran warga dalam memilah sampah langsung dari rumah.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, “Apries B. Gaspersz”, usai kegiatan Sosialisasi Hasil Penilaian Pembinaan Adipura Tahun 2026 di Balai Kota Ambon, Rabu (15/4).
Inovasi Jadwal Angkut: Senin-Rabu Sampah Basah, Kamis-Sabtu Sampah Kering. Dalam wawancara bersama awak media, Apries menekankan bahwa pengelolaan sampah yang paling mutakhir saat ini adalah sistem pemilahan sejak dari sumbernya (rumah tangga). Jika hal ini berhasil diterapkan, Pemkot Ambon berencana mengatur jadwal pengangkutan yang lebih efektif.
“Kalau masyarakat bisa pilah sampah dari rumah, teknis pengangkutan akan kita sesuaikan. Misalnya, Senin sampai Rabu kita hanya angkut sampah basah (organik). Kamis sampai Sabtu khusus sampah kering (anorganik). Hari Minggu kita bisa libur,” ujar Apries.
Sistem ini diyakini tidak hanya membuat kota lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi anggaran daerah yang signifikan. “Selama ini kita kerja *from Monday to Monday*. Kalau kesadaran warga meningkat, kita bisa lebih efektif dan efisien dalam penggunaan anggaran,” tambahnya.
Menyentil Peran RT/RW dan Lembaga Keagamaan. Menanggapi perbandingan dengan inovasi di kota besar lain seperti Surabaya—yang memberikan stimulus kemudahan administrasi bagi warga yang tertib sampah—Apries mengakui bahwa di Ambon, aspek administrasi saat ini masih sebatas pemantauan retribusi.
Namun, ia menegaskan bahwa beban edukasi tidak bisa hanya diletakkan di pundak Kelurahan yang memiliki keterbatasan personel. Peran akar rumput seperti Ketua RT, RW, hingga lembaga keagamaan menjadi krusial.
“RT dan RW punya peran paling penting. Jangan cuma urus administrasi saja, tapi juga himbauan ke masyarakat. Peran gereja dan masjid juga sangat kami harapkan. Saya lihat beberapa jemaat sudah mulai melakukan gerakan sampah. Jika semua kolaborasi, kerja kita akan jauh lebih ringan,” tegasnya.
Persiapan Adipura dan Perbaikan Kawasan Amplas. Selain soal sampah rumah tangga, Pemkot Ambon juga sedang memberikan perhatian khusus pada perbaikan teknis di kawasan Amplas, terutama terkait drainase dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) demi mendukung kenyamanan Mal Pelayanan Publik.
“Pihak pengelola Amplas kita minta segera memperbaiki hal teknis terkait lingkungan dan drainase. Untuk IPAL, mereka harus bongkar dan buat baru yang sesuai standar,” jelas Apries.
Upaya-upaya ini merupakan bagian dari indikator penilaian “Adipura 2026” Dalam rangka menyambut HUT Kota Ambon, pemerintah juga akan menggelar berbagai lomba kebersihan di tingkat kelurahan sebagai bentuk stimulus dan pemberian *reward* bagi wilayah yang berhasil menjaga lingkungannya secara mandiri. (LD).














Komentar