
MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 23 Oktober 2025 — SD Negeri 2 Tawiri menjadi sekolah terakhir di Kota Ambon yang melaksanakan “Sosialisasi Program Pembelajaran Digital Sekolah Enuma” yang digagas oleh “Yayasan Arika Mahina (YAM)” bekerja sama dengan “The HEAD Foundation”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari “Siklus ke-4 Program Sekolah Enuma Tahun Ajaran 2025/2026”, yang telah berjalan sejak 2022 dan kini mencakup “12 sekolah di Maluku”, termasuk delapan SD dan dua PAUD di Kota Ambon serta dua SD di Kabupaten Maluku Tengah.
Kepala SDN 2 Tawiri “Edward J. Purmiasa, S.Pd”, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena sekolah yang dipimpinnya terpilih menjadi satu-satunya sekolah di wilayah tersebut yang melanjutkan pelaksanaan program Sekolah Enuma tahun ini.
“Ini merupakan tahun kedua SDN 2 Tawiri menjalankan pembelajaran berbasis digital melalui aplikasi Sekolah Enuma. Kami bangga bisa menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di era digital,” ujarnya.
Libatkan Orang Tua dalam Proses Belajar Digital
Kegiatan sosialisasi ini ditujukan bagi “orang tua siswa kelas 1”, agar mereka memahami peran penting dalam mendampingi anak belajar menggunakan aplikasi pembelajaran digital di rumah. Melalui sosialisasi ini, para orang tua diperkenalkan pada “fitur, manfaat, serta cara penggunaan aplikasi Sekolah Enuma”, yang dirancang ramah anak dan dapat diakses “secara offline”.
Dalam pemaparannya, “Linda Pattiserlihun”, selaku “Project Officer” Yayasan Arika Mahina, menekankan pentingnya keterlibatan orang tua.
“Sosialisasi ini sudah memasuki tahun keempat. Kami ingin memastikan bahwa bukan hanya siswa dan guru, tetapi juga orang tua turut memahami dan mengawasi proses belajar anak secara digital,” ujarnya.
Aplikasi Ramah Anak, Belajar Jadi Menyenangkan
Aplikasi “Sekolah Enuma” dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak usia dini melalui pembelajaran yang interaktif. “Yulia Kurnianda”, “Project Officer” lainnya, menjelaskan bahwa aplikasi ini mencakup tiga mata pelajaran utama “Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris” yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif.
“Aplikasi ini bisa digunakan tanpa internet, cocok untuk sekolah yang masih terbatas jaringan. Bahkan, ketika anak belum bisa membaca, mereka tetap bisa belajar dengan bantuan suara dan gambar yang menarik,” terang Yulia.
Selain itu, “Yan Wemay”, juga dari tim YAM, memberikan pelatihan langsung kepada orang tua mengenai cara membuka aplikasi, memilih mata pelajaran, hingga memantau kemajuan anak berdasarkan “level pembelajaran”. “Setiap anak belajar sesuai kemampuannya, dari level 1 hingga level 6, dan akan mendapatkan penghargaan digital sebagai motivasi belajar,” jelasnya.
Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di Maluku
Program Sekolah Enuma telah digunakan sejak tahun 2024 di “17 provinsi di Indonesia”, termasuk Maluku. Berdasarkan hasil evaluasi, penerapan aplikasi ini mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, terutama di sekolah-sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru Bahasa Inggris.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Arika Mahina berharap tercipta “sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua” dalam mendukung pembelajaran digital yang menyenangkan, aman, dan efektif.
“Kami ingin menciptakan ekosistem belajar digital yang sehat. Anak-anak belajar dengan senang, guru mendapat dukungan teknologi, dan orang tua menjadi pendamping aktif,” tutup Linda Pattiserlihun.
Dengan terlaksananya kegiatan di SD Negeri 2 Tawiri, maka seluruh rangkaian sosialisasi Sekolah Enuma untuk tahun ajaran ini resmi selesai, menandai komitmen Yayasan Arika Mahina untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dasar di Maluku melalui inovasi digital.(LD)








Komentar