oleh

Sempat Jalan di Tempat, Kasus Calo TNI AD Ratusan Juta Kembali Memana, Korban Terus Kawal Laporannya di Polresta Dengan Oknum A. Tauran !

MM.COM, AMBON — Maksud hati ingin melihat anak dan saudaranya berseragam prajurit TNI, Mery Baritu justru harus menelan pil pahit. Uang ratusan juta rupiah melayang, namun impian melihat keluarganya lolos seleksi pupus di tengah jalan. Kini, amarah dan rasa kecewa mendalam memicu korban untuk menuntut keadilan serta mendesak pihak kepolisian segera mengambil tindakan hukum yang tegas.

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan bernilai fantastis ini kembali mencuat ke publik setelah laporan resmi yang dilayangkan Mery Baritu ke kepolisian belum kunjung menemukan titik terang.

Terduga pelaku, Amos Tauran, yang dilaporkan atas dugaan tindak percaloan pendaftaran penerimaan prajurit TNI, hingga kini dinilai sama sekali tidak menunjukkan itikad baik.

Menurut Mery kepada media ini, terduga pelaku justru bersikap santai seolah-olah lepas dari tanggung jawab, tanpa ada upaya sedikit pun untuk mengembalikan dana yang telah diambil.

Padahal, uang ratusan juta rupiah tersebut diserahkan dengan iming-iming kelulusan mutlak bagi anak dan saudara Mery yang mengikuti tahapan tes seleksi TNI. Bukannya kelulusan yang didapat, para peserta justru dinyatakan gagal total dalam proses penerimaan.

Saya akan terus mengawal proses ini dengan walauoun lambat lambatnya penanganan dan sikap terlapor yang terus menerus tidak mengembalikan uang, Mery Baritu menegaskan tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, ia berjanji akan mendatangi kembali kantor kepolisian untuk mempertanyakan secara langsung kejelasan perkembangan laporan kasus tersebut.

Mery mendesak aparat penegak hukum untuk tidak mengulur waktu dan segera mengambil langkah drastis—termasuk memproses hukum Amos Tauran secara transparan dan tegas sesuai undang-undang yang berlaku.

Baritu menceritakan bahwa, dia kenal saudara Amos Tauran lewat organisasi FKPPI, dan saudara Amus di organisasi tersebut, pada DPD Generasi Muda FKPPI Maluku sebagai Sekretaris I PD XXIII Maluku. Jadi bermula dari sebuah kegiatan, lalu seusai nya ada pertemuan, kemudian terjadinya pengaruh pencaloan dengan iming iming kelulusan, karena dia janjikan ada pejabat Kodam yang akan membantunya, sehingga terpercaya bisa lulus, malah yang terjadi alias Asal Bunyi, dan sampai saat ini dia tidak mengembalikan dana tersebut, sehinga saya melapor ke perigi lima polresta, jadi saya akan terus kawal persoalan ini sampai dia di penjara, jika tidak koperatif memngembalikannya, “ungkapnya.

Kasus percaloan penerimaan anggota TNI ini menjadi sorotan tajam publik, mengingat institusi TNI sendiri secara tegas senantiasa mengampanyekan bahwa seluruh proses seleksi masuk prajurit dilakukan secara transparan, akuntabel, dan “bebas biaya”. Korban berharap kepolisian dapat bergerak cepat menuntaskan kasus ini agar memberikan efek jera dan mencegah timbulnya korban-korban baru di kemudian hari. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *