MM.COM, POLDA MALUKU – Program inovasi “Polisi Mengajar” yang digagas Kapolda Maluku terus diimplementasikan secara nyata di berbagai wilayah sebagai bagian dari penguatan peran Polri dalam membangun karakter generasi muda Indonesia. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri kini semakin aktif hadir di lingkungan pendidikan untuk memberikan edukasi hukum, pembinaan karakter, serta meningkatkan literasi digital bagi para pelajar.
Implementasi program tersebut kembali dilaksanakan jajaran Polres Tual melalui kegiatan Polisi Mengajar yang dikemas dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Khudri, Desa Ngadi, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan menghadirkan personel Polwan bersama Bhabinkamtibmas sebagai tenaga edukasi kepada santri dan santriwati baru Tahun Pelajaran 2026/2027. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pencegahan bullying, tetapi juga penguatan karakter, kesadaran hukum, etika bermedia sosial, pencegahan cyber bullying, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan.
Para pemateri terdiri dari Aipda Herlin Bertha Jein Waatwahan selaku Ps. Paurmin Bag SDM Polres Tual, Aipda Erpan selaku Bhabinkamtibmas Desa Ngadi, serta Briptu Rahmi Dayanti Launuru, S.H., dari Bag SDM Polres Tual.
Dalam sesi pembelajaran, para santri diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial hingga cyber bullying, dampak psikologis yang ditimbulkan, langkah-langkah pencegahan, mekanisme pelaporan apabila menjadi korban, hingga konsekuensi hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, S.H., S.I.K mengatakan bahwa kehadiran Polri melalui Program Polisi Mengajar merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar hukum dan memperkuat pendidikan karakter sejak dini.
“Program Polisi Mengajar merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di dunia pendidikan. Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Melalui edukasi sejak hari pertama sekolah, kami berharap para santri memiliki keberanian menolak segala bentuk kekerasan, menghormati sesama, serta menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, dan taat hukum,” ujar Kapolres Tual.
Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis sebagai mitra sekolah dan masyarakat dalam membangun kesadaran hukum serta mencegah berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Pencegahan selalu lebih efektif daripada penindakan. Karena itu kami terus mendorong Bhabinkamtibmas hadir di sekolah-sekolah sebagai sahabat pelajar yang mampu memberikan edukasi, pembinaan karakter, sekaligus menjadi tempat konsultasi bagi para siswa,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, menjelaskan bahwa Program Polisi Mengajar merupakan salah satu inovasi Kapolda Maluku yang dirancang untuk memperkuat kemitraan Polri dengan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.
“Polisi Mengajar bukan sekadar memberikan penyuluhan, tetapi merupakan investasi sosial jangka panjang untuk membangun generasi muda Maluku yang memiliki karakter kuat, memahami hukum, bijak menggunakan teknologi digital, serta mampu menangkal berbagai pengaruh negatif seperti bullying, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, radikalisme, hingga kejahatan siber,” kata Kombes Pol. Rositah.
Ia menambahkan bahwa Polda Maluku akan terus mendorong seluruh Polres jajaran untuk mengimplementasikan Program Polisi Mengajar secara berkelanjutan di sekolah umum, madrasah, maupun pondok pesantren sebagai bagian dari strategi pre-emptive policing yang mengedepankan edukasi dan pencegahan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para santri antusias menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai bullying, etika bermedia sosial, serta cara menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan harmonis.
Melalui Program Polisi Mengajar, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat, khususnya dunia pendidikan. Kehadiran anggota Polri di ruang-ruang belajar diharapkan mampu membangun budaya sadar hukum, memperkuat karakter generasi muda, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. (*











Komentar