oleh

Pendidikan Katolik Dorong Pembelajaran Mendalam dan Berkarakter Lewat Lokakarya Regio MAM 2025

MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 27 Agustus 2025 – Pembelajaran berbasis deep learning yang menekankan prinsip menyenangkan namun tetap mendalam kini menjadi fokus utama dalam pengembangan pendidikan nasional, termasuk dalam pendidikan Katolik. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Pendidikan Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Regio Makassar–Amboina–Manado, “Romo Carolus Patampang”, usai membuka kegiatan “Lokakarya Pendidikan Katolik Regio Makassar, Amboina, Manado Tahun 2025” di Aula Marina Hotel, Rabu malam (27/8).

“Pemerintah saat ini tengah mengembangkan model pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendalam. Prinsip ini menjadi kebutuhan mendasar dalam dunia pendidikan sekarang,” ujar Romo Carolus.

Menurutnya, pembelajaran tidak boleh menjadi beban bagi peserta didik. Sebaliknya, harus mampu memantik rasa ingin tahu, membangun kreativitas, dan menghasilkan karya yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan pribadi, masyarakat, hingga bangsa.

“Kalau pembelajaran seperti ini bisa dilakukan, tentu akan menghasilkan peserta didik yang luar biasa, yang mampu berkontribusi pada pengembangan dan kemajuan bangsa,” lanjutnya.

Namun, Romo Carolus menekankan bahwa hal tersebut hanya dapat tercapai jika para guru memiliki “growth mindset”— cara berpikir yang terbuka terhadap perubahan dan perkembangan. Guru tidak lagi boleh berpikir sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan harus percaya bahwa siswa juga memiliki kemampuan dan potensi yang bisa diasah.

“Guru harus mampu menciptakan ruang-ruang belajar yang baru, yang menantang tetapi tetap menyenangkan bagi peserta didik,” ujarnya.

Dalam konteks pendidikan Katolik, menurut Romo Carolus, pendekatan ini sejalan dengan semangat pembelajaran yang mendalam dan berkarakter. Hal ini menjadi salah satu keunggulan pendidikan Katolik yang terus dikembangkan dan menjadi fondasi dalam kegiatan tahunan ini.

Lokakarya Pendidikan Katolik Regio MAM merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan secara bergilir di wilayah Keuskupan Makassar, Amboina, dan Manado. Kegiatan ini bertujuan membekali para guru agar terus berkembang secara profesional dan spiritual, serta mendorong terbentuknya pola pikir yang maju dan adaptif.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para guru yang terlibat dapat menjadi pendidik yang memiliki *growth mindset*, yang mampu membawa perubahan nyata dalam dunia pendidikan,” pungkas Romo Carolus. (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed