oleh

Pemprov Maluku Turun Tangan Redam Konflik Morela–Hitu Messing, Halid Pattisahusiwa, Gubernur Bekerja Nyata, Bukan Sekadar Seruan Damai.

MM.COM,Ambon — Pemerintah Provinsi Maluku mengambil langkah tegas dan cepat dalam merespons konflik antarwarga yang terjadi antara Desa Morela dan Negeri Hitu Messing, Kabupaten Maluku Tengah. Gubernur Maluku turun langsung melakukan pertemuan bersama para raja, tokoh masyarakat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mencari solusi damai dan memastikan situasi kembali kondusif.

Usai pertemuan yang berlangsung di Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku, Asisten III Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, “Halid Pattisahusiwa”, menyampaikan apresiasi terhadap langkah konkret yang dilakukan oleh gubernur dalam menangani persoalan tersebut.

Halid yang hadir mewakili Bupati Maluku Tengah mengatakan, kehadiran langsung gubernur menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya menyampaikan imbauan damai, tetapi benar-benar turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Pak Gubernur bukan hanya bicara, tetapi turun langsung bertemu para tokoh masyarakat dan pemerintah setempat. Ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat,” kata Halid kepada awak media.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut gubernur juga langsung memerintahkan agar bantuan material untuk renovasi maupun pembangunan kembali rumah warga yang terbakar segera disiapkan dan dieksekusi.

“Beliau bahkan memerintahkan agar material untuk renovasi rumah atau pembangunan rumah yang terbakar segera diproses. Ini langkah cepat yang sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Menurut Halid, langkah tersebut menunjukkan kedekatan emosional gubernur dengan masyarakat yang terdampak konflik. Kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat dinilai penting untuk membangun kembali rasa aman dan kepercayaan warga.

“Secara psikologis masyarakat merasakan bahwa gubernur sangat dekat dengan mereka. Beliau datang, bertemu langsung dan turut merasakan kondisi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyinggung adanya berbagai informasi yang beredar di masyarakat yang dinilai tidak semuanya benar dan berpotensi memperkeruh situasi.

“Banyak informasi yang beredar itu hoaks dan hanya untuk menjatuhkan. Padahal yang dilakukan pemerintah itu nyata,” tegas Halid.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan agar persoalan pribadi tidak dibawa ke ranah negeri atau simbol-simbol adat karena dapat memperluas konflik.

“Hal-hal yang bersifat personal harus dipisahkan. Jangan membawa simbol-simbol negeri sehingga persoalan menjadi semakin besar,” katanya.

Halid menambahkan bahwa pertemuan yang difasilitasi pemerintah provinsi tersebut menjadi jembatan penting antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
peran pemerintah propinsi dan kabupaten Maluku Tengah selalu terdepan dlm mengayomi warga masyarakat utk selalu hidup dlm bingkai kerukunan dan kedamaian,
dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di wilayah Maluku Tengah.

Ia juga berharap situasi keamanan dapat segera pulih, terlebih menjelang perayaan Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi.

“Mudah-mudahan beberapa hari menjelang Idul Fitri suasana bisa kembali tenang sehingga masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan, dapat menjalankan ibadah dengan aman dan damai,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Halid mengutip pesan gubernur yang mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tidak hanya berbicara tentang kebaikan, tetapi juga menciptakan kebaikan dalam kehidupan bersama. (LD).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *