MM.COM, AMBON – Pemerintah Kota Ambon tidak main-main dalam menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak sekadar soal rasa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon kini memperketat pengawasan pada aspek higienitas dan sanitasi di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal ini ditegaskan oleh Khasrul Tsani, SKM.,M.K.M, selaku PIC program Pangan Olahan Siap Saji (POSS) Kota Sehat dan STBM, usai memberikan pembekalan bagi relawan penjamah makanan di Lt.5 Hotel Manise, Ambon, Kamis (9/4/2026).
Dinkes Ambon telah menyiapkan sistem monitoring berlapis. Melalui jajaran Puskesmas, evaluasi rutin akan dilakukan minimal dua kali dalam sebulan untuk memastikan enam modul standar operasional—mulai dari seleksi bahan baku hingga distribusi ke sekolah—dijalankan tanpa cela.
Khasrul memberikan peringatan keras: sertifikat pelatihan bukan sekadar kertas pajangan.
“Jika di lapangan kami temukan personel yang bekerja asal-asalan dan tidak sesuai standar, kami tidak segan mencabut sertifikat pelatihannya. Bahkan, kami akan merekomendasikan ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar yang bersangkutan dinyatakan tidak layak bekerja di dapur sehat,” tegas Khasrul.
Langkah preventif lainnya akan dimulai pada Jumat besok. Tim medis yang dipimpin oleh dokter akan melakukan ‘screening’ kesehatan menyeluruh bagi seluruh pekerja dapur. Fokus utamanya adalah mendeteksi penyakit menular guna mencegah kontaminasi pada makanan.
“Jika ada pekerja yang terdeteksi sakit, mereka wajib ‘dirumahkan’ sementara untuk pengobatan hingga benar-benar pulih. Kita harus memastikan produk yang sampai ke tangan anak-anak bebas dari cemaran biologi, fisik, maupun kimia,” tambahnya.
Saat ini, sebanyak 20 dapur di Ambon telah mengantongi Sertifikat Higiene Sanitasi (SHS) dengan tingkat kepatuhan di atas 80%. Namun, pencapaian ini diharapkan tidak membuat para pengelola lengah.
Senada dengan Khasrul, “Laura Nunumete, SKM”, yang juga membidangi program POSS, menekankan pentingnya perubahan perilaku. Ia berharap pelatihan yang diinisiasi oleh Yayasan Kalyana Mitra Mandiri bersama Dinkes serta HAKLI ini melahirkan standar kerja baru.
“Kami ingin higienitas ini menjadi budaya kerja yang permanen. Ini bukan hanya soal menuntaskan program lima tahunan, tapi soal komitmen jangka panjang menjaga kesehatan masyarakat Ambon,” pungkas Laura.
Melalui sinergi antara instruksi Mendagri dan pengawasan ketat di tingkat lokal, Kota Ambon optimistis mampu menyajikan layanan gizi nasional yang tidak hanya bergizi, tapi juga aman dan berkualitas tinggi.(LD).






Komentar