MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 23 Agustus 2025 — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Ambon resmi melantik jajaran pengurus baru untuk periode 2025–2027 dalam acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Grand Avira Hotel, Sabtu (23/08). Mengusung tema “KAMMI Sebagai Pelopor Kebaikan untuk Kota Ambon yang Inklusif, Toleran, dan Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi gerakan pemuda muslim di Maluku.
Acara diawali dengan pembacaan “Janji Kredo Gerakan KAMMI”, yang menggambarkan nilai-nilai dasar perjuangan anggota KAMMI, mulai dari spiritualitas, kerja nyata, hingga keberpihakan terhadap masyarakat dan masa depan bangsa dan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus KAMMI periode 2025-2027 oleh pimpinan pusat.
Ketua Umum KAMMI Daerah kota Ambon terpilih, “Isrun Fatse”, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan menegaskan komitmen untuk menjadikan KAMMI sebagai mitra strategis pembangunan daerah, khususnya dalam isu-isu kepemudaan, pendidikan, dan sosial.
“Perbaikan adalah tradisi perjuangan kami. Ini bukan sekadar slogan, tapi prinsip yang akan terus kami bawa dalam setiap langkah perjuangan kami ke depan,” tegas Isrun dalam sambutannya.
Sebagai penutup, Isrun Fatse menyampaikan harapannya agar seluruh pengurus dan anggota dapat menjadikan KAMMI sebagai ruang bertumbuh bagi generasi muda yang inklusif, inovatif, dan progresif.
“KAMMI adalah rumah perjuangan. Mari kita isi rumah ini dengan kerja-kerja konkret dan solusi untuk perbaikan masyarakat,” tutupnya.
Turut hadir dan memberikan sambutan, “Gubernur Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa”, yang menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus KAMMI Ambon yang baru. Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam mengawal pembangunan dan menjaga harmoni sosial di Maluku.
“Saya percaya KAMMI adalah wadah penting dalam membentuk karakter pemuda yang tangguh dan berdaya saing. Kehadiran KAMMI harus mampu menjadi perekat persatuan dan pelopor perubahan di tengah masyarakat,” ujar Gubernur Hendrik.
Gubernur juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Maluku, termasuk kemiskinan struktural dan rendahnya pemanfaatan potensi sumber daya alam. Ia menyebut kondisi ini sebagai “Paradoks Maluku”.
“Kekayaan alam kita melimpah, tapi rakyatnya masih banyak yang hidup dalam kemiskinan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk KAMMI,” tambahnya.
Hendrik juga menegaskan perlunya investasi yang “etis dan bertanggung jawab”, serta perlindungan terhadap lingkungan dalam setiap bentuk pembangunan.
Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, antara lain:
Ibu Saadiah Uluputty, ST (Anggota DPR RI Dapil Maluku), Abdullah Aziz Sangkala, S.Hut, M.Si, (Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku),
“Bodewin Wattimena” (walikota Ambon), Morits Tamaela (ketua DPRD kota Ambon) Kapolres Pulau Ambon PP lease/mewakili, Perwakilan organisasi Cipayung Plus Kota Ambon seperti HMI, PMII, GMKI, KMHDI, serta organisasi kepemudaan lainnya.
Acara pelantikan dan rakerda ini juga menjadi ajang konsolidasi antarorganisasi pemuda dan mahasiswa di Ambon, serta merumuskan program-program strategis yang akan dijalankan oleh KAMMI Ambon ke depan. (LD)












Komentar