MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon – Ikatan Keluarga Besar Teon Nila Serua (IKB TNS) Kota Ambon menggelar Perayaan Natal Kristus 2025 dengan penuh sukacita dan refleksi iman, Senin (29/12/2025), bertempat di Gereja Hok Kim Tong, Kota Ambon. Perayaan ini menjadi momentum penguatan persekutuan di tahun ke II, dalam peneguhan identitas iman, serta refleksi kritis atas tantangan sosial dan teknologi yang dihadapi masyarakat saat ini.

Ketua Pengurus IKB TNS Kota Ambon, “Ronald H. Lekransy”, dalam sambutannya mengajak seluruh warga TNS meneladani kesederhanaan para gembala yang pertama kali menerima kabar keselamatan tentang kelahiran Yesus Kristus. Menurutnya, kesederhanaan bukanlah soal kecil atau besar, melainkan komitmen hati untuk melayani Tuhan dengan tulus dan utuh.
“Katong orang TNS harus menempatkan diri dalam kesederhanaan itu. Sederhana adalah komitmen hati untuk membulatkan niat melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh,” tegas Lekransy.
Ia juga menyoroti tantangan serius di era digital, khususnya dampak negatif disrupsi teknologi informasi terhadap generasi muda. Lekransy mengingatkan adanya risiko sosial yang nyata, termasuk meningkatnya kasus HIV-AIDS di Kota Ambon yang sebagian besar berada pada usia produktif 15–49 tahun.
“Teknologi punya peluang besar, tapi juga risiko. Karena itu pengawasan dan pendampingan orang tua terhadap anak-anak harus berjalan bersama,” ujarnya, sembari mengajak keluarga TNS memperkuat peran edukatif dan moral di tengah arus informasi yang tidak terbendung.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan tarian natal oleh anak-anak TNS Kota Ambon yang mengisahkan perjalanan orang Majus dalam menyambut Sang Juruselamat, Yesus Kristus, di Kota Daud. Penampilan ini mendapat apresiasi hangat dari persekutuan TNS yang hadir.
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Pengurus IKB TNS Provinsi Maluku, “Nus Ukru”, yang menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh keluarga besar TNS. Ia mengapresiasi kinerja dan dedikasi Pengurus IKB TNS Kota Ambon yang dinilai berhasil menghidupkan kembali peran organisasi sebagai wajah persekutuan dan pelayanan masyarakat.
“Peran IKB TNS Kota Ambon saat ini sangat terasa. Bukan hanya dalam konteks organisasi formal, tetapi nyata dalam pelayanan sosial dan penguatan persekutuan,” ungkap Ukru. Ia juga menegaskan bahwa Kota Ambon berpotensi menjadi barometer kekuatan dan persatuan orang TNS di Maluku bahkan secara nasional.
Perayaan Natal kemudian dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin oleh “Pdt. Lis Marantika dengan tema:
“Yesus Datang, Semua Orang yang Menerima-Nya Diberi-Nya Kuasa Menjadi Anak-anak Allah” diilhami dalam (Yohanes 1:1–18; Yesaya 9:5–6).
Dalam refleksi firman, Pdt. Lis menekankan pentingnya menjalani hidup dalam kendali dan penyertaan Allah sebagai anak-anak Allah. Ia mengajak umat belajar dari Raja Daud yang berhasil memimpin dengan menegakkan keadilan dan memberlakukan kebenaran. Ia juga mengingatkan agar diaspora TNS yang tersebar di berbagai wilayah tetap kokoh dalam iman dan persatuan.
“jalanilah hidup di tahun 2026 dengan mengundang Sang Juruselamat dalam hidup kita, agar damai sejahtera Allah nyata bagi semua,” pesannya.
Ibadah berlangsung meriah dengan selingan tarian, parodi Natal, drama singkat, serta persembahan lagu rohani dari anak-anak TNS. Acara ditutup dengan pembagian door prize, jabat tangan, dan foto bersama, menandai perayaan Natal yang penuh sukacita, kebersamaan, dan harapan baru bagi keluarga besar IKB TNS Kota Ambon.
“Patomani patofata hit retan momoan
“Hoka wetar, Sur Sur re” (LD).








Komentar