MM.COM, AMBON, – Atmosfer euforia luar biasa menyelimuti Kota Ambon setelah Tim Nasional Belanda membantai Tim Tunisia dengan skor 3-1 dan dipastikan mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Keberhasilan ini disambut sukacita oleh para pendukung setia “Oranje” di Ambon yang langsung turun ke jalan menggelar konvoi kemenangan, Jumat (26/6).
Namun, aksi kali ini bukan sekadar luapan kegembiraan musiman. Ini adalah pembuktian cinta sejati yang dibalut dengan pesan kerukunan yang mendalam, sekaligus perayaan karya seni yang mengharukan hati masyarakat Maluku.
Lautan Merah-Putih-Biru 40 Meter Mengular di Jantung Kota.
Masa pendukung yang tergabung dalam komunitas fans fanatik sejati—bukan sekadar fans musiman (FOMO)—melakukan pawai spektakuler dengan membentangkan bendera raksasa Merah-Putih-Biru sepanjang 40 meter.
Rute konvoi bergerak dinamis menyisir jalanan kota. Berawal dari kawasan Batu Meja, massa melintasi Batu Gajah, Urmesing, hingga menanjak menuju Pohon Pule. Arak-arakan penuh energi ini kemudian berlanjut ke Mangga Dua, Batu Gantung, lalu berbelok kanan menuju Waringin, Talake, Waihaong, dan Jalan Ay Patty, sebelum akhirnya memasuki Jalan Pattimura dan kembali “finish” di titik awal, Batu Meja.
“Kami berjalan dari “start” di Batu Meja dan mengitari area dalam kota. Ini adalah bentuk dukungan total kami sebagai fans fanatik yang sejati. Mau menang atau kalah, kami tetap mengidolai Belanda!” ujar “Dira Pattiasina”, pengurus Fans Belanda Fanatik dari Komunitas “HOLLAND AMBONESSE”, Yang ikut serta dalam rombongan bentangan bendera.
Mengharukan! Pilih Putar Balik Demi Hormati Waktu Shalat Saudara Muslim.
Di balik gemuruh yel-yel kemenangan, ada pemandangan yang menyentuh hati. Berbeda dengan beberapa kelompok fans lain yang memilih melanjutkan konvoi panjang hingga menyeberangi Jembatan Merah Putih (JMP), komunitas “Holland Ambonesse” memilih membatasi rute mereka dan menyudahi pawai lebih cepat di pusat kota.
Keputusan besar ini diambil secara sadar demi menghormati umat Muslim di Ambon yang bersiap melaksanakan ibadah shalat.
“Ada teman-teman komunitas lain yang konvoi ke arah JMP, tapi kami memilih di seputaran dalam kota saja. Kebetulan kami juga memiliki saudara-saudara Muslim di dalam kelompok dan lingkungan sekitar. Ini bentuk toleransi nyata dari kami agar tidak mengganggu jalannya waktu shalat mereka. Kami sangat menghargai itu,” ungkap Dira dengan nada haru sekaligus bangga.
Dari Jalanan ke Studio: Kolaborasi Rapper Ambon Lahirkan Lagu “Hup Hup Holland”.
Siapa sangka, Dira Pattiasina ternyata bukan sekadar pengurus komunitas biasa. Ia adalah salah satu “rapper” perempuan berbakat asal Kota Ambon. Kecintaannya yang mendalam terhadap Timnas Belanda mempertemukannya dengan dua “rapper” pria lokal, “Zeva Pentury” dan “Etten Lico Ygc”.
Berawal dari saling sapa (Direct Message) di Instagram yang berlanjut cepat ke WhatsApp, ketiganya langsung bergerak cepat dalam hitungan hari demi menumpahkan kreativitas mereka untuk sang idola.
“Prosesnya sangat cepat. Begitu kontak di WA, malamnya kami langsung “take” lagu. Besoknya istirahat, dan lusanya kami langsung tancap gas syuting video klip. Kami mengambil lokasi di Taman Belanda dan Lapangan Bola Galunggung di Tanah Rata,” cerita Dira antusias.
Karya kolaborasi epik yang diberi judul “Hup Hup Holland” ini telah resmi dirilis sejak 12 Juni 2026 melalui kanal YouTube Zeva Penturi, dan langsung menjadi “anthem” penyemangat yang membakar adrenalin para fans “Oranje” di bumi Maluku.
Bakar Semangat, Dira Pattiasina: “Cintailah Idolamu Tanpa Menjatuhkan Belanda!”.
Aksi tertib di jalanan serta rilisnya lagu baru ini menjadi jawaban elegan dan berkelas bagi pendukung negara lain yang kerap melayangkan rundungan (bullying) kepada para fans Belanda, baik di media sosial maupun dunia nyata.
Dengan jargon khas lokal
“Sapurata!”, mereka mengajak seluruh pencinta sepak bola di bumi raja-raja untuk menjaga kedamaian.
“Pesan saya untuk fans negara lain: cintailah idola kalian masing-masing tanpa harus menjatuhkan atau membenci idola kami, Belanda. Jangan terkecoh dengan ejekan orang lain yang bilang tim kita lemah atau apa pun. Kami tetap berdoa dan mendukung penuh perjuangan Timnas Belanda di lapangan sana. Belanda selalu di hati!” tegas Dira.
Apresiasi Tinggi untuk Pengawalan Ketat Kepolisian.
Pawai yang melibatkan lautan massa ini berhasil mencuri perhatian karena berjalan dengan sangat aman, tertib, dan tanpa gesekan sedikit pun. Pihak “Holland Ambonesse” pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat kepolisian, khususnya Kapolsek Sirimau dan jajarannya, yang setia mengawal jalannya aksi dari awal hingga akhir.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolsek Sirimau & Nusaniwe beserta pihak keamanan lainnya yang sudah memberikan izin, mengawal, dan menertibkan kami.
Pawai hari ini berjalan sangat teratur dan lancar,” tutup Dira.

Siang itu, sudut-sudut Kota Ambon pun ditutup dengan kepuasan batin yang mendalam dan sorakan kebanggaan yang membahana: “Hup, hup, Holland, hup! Ambon manise, Holland Ambonesse!”.(LD)













Komentar