oleh

Gandeng Yayasan Arika Mahina, Disdik Kota Ambon Dorong SDN 47 Jadi Percontohan Sekolah Ramah Anak.

MM.COM, AMBON, — Langkah nyata dalam memutus rantai perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan terus digalakkan di Kota Ambon. Yayasan Arika Mahina resmi meluncurkan Program Sosialisasi Sekolah Ramah Anak dan Nyaman yang dikemas melalui gerakan “Teman Baik, Sekolah Ceria: Bersama Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Menyenangkan”, Pada SD Negeri 47 Ambon, Kamis (23/7/2026).

Program kolaboratif hasil kerja sama antara Yayasan Arika Mahina, “C4Change”, dan Dinas Pendidikan Kota Ambon ini dijadwalkan berlangsung intensif selama empat bulan, terhitung mulai Juli hingga Oktober 2026.

Kepala SD Negeri 47 Ambon, “Endang B. Saiya, S.Pd.,” menegaskan bahwa fungsi lembaga pendidikan hari ini tidak lagi sebatas mengasah kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung), melainkan juga sebagai benteng perlindungan karakter dan moral anak.

“Sekolah harus menjadi tempat di mana anak-anak merasa aman, nyaman, dan diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi. Namun, menciptakan ekosistem ini tidak bisa hanya mengandalkan guru dan siswa. Butuh keterlibatan aktif orang tua dan komite sekolah. Rumah dan sekolah harus satu suara,” ujar Endang saat memberikan sambutan.

Inovasi ‘Teman Baik’: Agen Pelopor Anti-Perundungan di Kelas.

Sementara itu, Direktur Yayasan Arika Mahina, “Ruth Saiya”, mengungkapkan bahwa program ini tidak sekadar memberikan sosialisasi searah, melainkan membentuk mekanisme perlindungan berbasis siswa. Salah satu inovasi utamanya adalah pembentukan figur ‘Teman Baik’ di setiap ruang kelas.

“Setiap kelas nantinya akan memilih dua orang wakil sebagai ‘Teman Baik’. Mereka bertugas menjadi pelopor sebaya yang menciptakan suasana belajar aman, sekaligus menjadi jembatan informasi jika ada tindakan perundungan atau rasa tidak nyaman yang dialami rekannya,” terang Ruth.

Melalui pendampingan ini, para siswa akan dibekali pemahaman mendalam terkait hak-hak anak, jenis-jenis kekerasan, hingga alur pelaporan yang aman dan responsif.

Komitmen Bersama dan Sinergi Lintas Sektor.

Peluncuran program ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, “Drs. F. F. Taso, M.Si.” Dalam arahannya, beliau mengapresiasi tinggi inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan regulasi Kementerian Pendidikan terkait penciptaan budaya sekolah yang kondusif.

“Jika sekolah aman dan nyaman, mutu pendidikan pasti meningkat secara otomatis. Namun ingat, anak-anak menghabiskan waktu lebih banyak di luar sekolah. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar sangat krusial,” tegas Taso.

Sebagai bentuk penutup rangkaian pembukaan, dilakukan “penandatanganan komitmen bersama” untuk mewujudkan lingkungan bebas kekerasan. Deklarasi ini ditandatangani secara simbolis oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kepala SDN 47 Ambon, perwakilan Komite Sekolah, perwakilan Yayasan Arika Mahina, serta perwakilan siswa-siswi SDN 47 Ambon.

Melalui gerakan terintegrasi ini, SD Negeri 47 Ambon diharapkan dapat menjadi “best practice” atau percontohan bagi sekolah-sekolah dasar lainnya di Kota Ambon dalam menciptakan iklim belajar yang inklusif, ramah anak, dan bebas dari perundungan.(LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *