MANGGUREBEMAJU.COM, AMBON, — Di balik kewibawaannya memimpin Kota, Wali Kota Ambon “Bodewin Wattimena”, menyimpan lembaran masa kecil yang penuh tetesan keringat dan perjuangan keras. Pengalaman hidup yang menyentuh hati itu ia bagikan dalam materi “Remaja dan Literasi Keuangan”, secara blak-blakan di hadapan ratusan siswa SMP, SMA/SMK, hingga jajaran pejabat keuangan yang memadati Auditorium Universitas Pattimura (UNPATTI), Kamis (3/9/2026).
Momen tersebut menjadi bagian paling emosional dalam Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Provinsi Maluku Tahun 2026.
Pernah Jualan Kue dan Mengumpul Pasir di Kali
Bodewin mengisahkan, masa kecil hingga remaja yang ia jalani jauh dari kata mewah. Saat duduk di bangku SMP dan SMA, ia harus berjualan kue di berbagai tempat demi membantu orang tua menyambung hidup dan membiayai sekolah. Tak hanya itu, ia juga rela mengumpulkan pasir di kali—sebuah pekerjaan fisik yang berat—di mana satu ret pasir saat itu hanya dihargai Rp5.000.
Mimpi Sederhana Penembus Batas
Di tengah keterbatasan, Bodewin kecil merajut mimpi sederhana namun mendalam: ingin membanggakan orang tua dan menjadi manusia yang berguna bagi sesama. Ia membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita besar, asal diimbangi dengan doa, kerja keras, dan kedisiplinan.
Menabung Karakter, Masa Depan, dan Moral.
Kepada para generasi muda Ambon, Bodewin menekankan bahwa “menabung” bukan sekadar menyisihkan rupiah ke dalam tabungan Simpel (Simpanan Pelajar). Lebih dari itu, menabung adalah investasi karakter, disiplin, hingga menjaga akhlak. Ia berpesan keras agar anak muda Ambon menjauhi perilaku merusak seperti judi online, pinjaman online ilegal, miras, hingga gaya hidup konsumtif.
Instruksi Wajib: Seluruh Siswa Kota Ambon Harus Punya Tabungan.
Menutup arahannya yang membakar semangat, Bodewin menegaskan komitmen Pemkot Ambon dalam mendukung literasi keuangan sejak dini. Ia menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Ambon untuk memastikan tidak ada lagi siswa yang tidak memiliki rekening tabungan pelajar.
Sinergi antara Pemkot Ambon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan perbankan diharapkan menjadikan budaya menabung dan pembentukan karakter tangguh sebagai gaya hidup baru anak muda di Kota Berdikari ini. (YDF)











Komentar