MANGGUREBEMAJU.COM, AMBON, 7 Agustus 2025 – Sebuah kekhawatiran besar mulai mencuat di kalangan pendidikan Maluku. Seolah menjadi misteri yang tersembunyi di balik tembok sekolah, ancaman penyalahgunaan narkoba diam-diam mulai membayangi generasi muda. Polda Maluku tak tinggal diam.
Dalam rangkaian Operasi Anti Narkotika (Antik) Salawaku 2025, satuan tugas dari Kepolisian Daerah Maluku menyambangi SMK Negeri 4 Ambon untuk menggelar penyuluhan dan pembinaan khusus terkait bahaya narkotika, Kamis (7/8). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi preemtif untuk mengungkap dan menekan potensi peredaran gelap narkoba di lingkungan pelajar.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di aula sekolah itu, menghadirkan para ahli dari Direktorat Narkoba Polda Maluku, termasuk AKP Usman Beli selaku Kepala Anev Opsda yang menjadi narasumber utama. Dalam paparannya, ia membeberkan fakta mencengangkan seputar jenis-jenis narkotika dan dampak destruktifnya bagi fisik dan mental pelajar.
“Narkotika golongan satu seperti ganja, sabu, putaw hingga ekstasi sangat berbahaya. Sementara golongan dua dan tiga mungkin terlihat lebih ringan, tapi tetap mengandung zat adiktif dan mematikan secara perlahan,” ungkap Usman di hadapan ratusan siswa.
Kasatgas Preemtif Operasi Antik Salawaku, Ipda Richard Lesiputty, menambahkan bahwa sosialisasi ini bukan hanya rutinitas, tapi bagian dari upaya sistematis untuk menyelamatkan masa depan bangsa. Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau dinamika di kalangan pelajar yang rentan menjadi target jaringan pengedar.
Pihak sekolah pun menyambut positif langkah preventif ini. Kepala SMK Negeri 4 Ambon, Abraham Wendy Polnaya, S.Pd, mengaku bahwa kegiatan tersebut sangat berarti bagi lingkungan sekolah. Ia berharap bukan hanya hari ini, tapi dapat menjadi agenda berkelanjutan dari Polda Maluku.
“Kami tidak ingin sekolah ini menjadi ladang baru bagi penyebaran zat terlarang,” tegasnya.
Di balik kegiatan edukatif ini, tersirat satu pertanyaan besar: sudah sejauh mana zat-zat terlarang menyusup ke dunia pelajar? Polda Maluku terus menelusuri, dan publik pun menanti jawaban atas misteri ini. (*









Komentar